Konten Berita

Ada Apa Dibalik Aksi Bela Palestina

 

Semenjak Donald Trump mengklaim Yerussalem sebagai ibukota Israel, seluruh penjuru dunia utamanya negara-negara Islam langsung tersulut amarahnya dan menimbulkan polemik serta gejolak menuntut pembebasan Palestina, tak terkecuali Indonesia.

Palestina merupakan negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia, dulunya memiliki areal wilayah yang sangat luas. Namun, kini telah terkikis habis akibat penindasan dan perampasan  oleh rezim zionis Israel.  Aksi memanas pun  kembali berkobar di kawasan timur tengah tersebut. Seruan “Aksi Bela Palestina” menggelora di seantero jagat, hingga ke penjuru negeri. Sangat pantas jika Indonesia memiliki semangat yang berkobar-kobar membela Palestina, pasalnya dua negara ini ibarat satu tubuh yang saling berkaitan, jika satu merasa kesakitan, maka yang lainnya pun ikut tersakiti. Itulah secuil gambaran antara Indonesia dan Palestina.

Minggu (17/12/2017) “Aksi Bela Palestina” berlangsung di Lapangan Monumen Nasional. Lautan manusia dari semua kalangan tumpah ruah membanjiri lokasi dengan penuh semangat menuntut pembebasan rakyat Palestina.

Tahukah Anda?  Dibalik aksi yang sangat luar biasa tersebut ada segelintir momen yang tidak boleh terlewatkan. Salah satunya aksi para relawan Sekolah Relawan yang berbaur turun tangan bersama para peserta aksi. Para relawan berbagi makanan dan minuman dengan sangat ramah dibarengi dengan senyuman kebahagiaan oleh para peserta “Aksi Bela Palestina”. Para relawan yang sudah bersiaga semenjak dini hari terus semangat dan tak kenal lelah melayani para tamu yang hadir, hingga tak terasa penghujung siang pun menyapa. Itu tandanya aksi akan segera berakhir.

Puncak dari momen-momen indah yang ada justru berada di ujung cerita, ketika botol air minum tinggal hitungan jari, para relawan mengitari lokasi untuk membagikan makanan dan minuman yang tersisa. Disinilah mulai pecah suasana haru bercampur kebahagiaan. Melihat para aparat kepolisian di tengah panasnya terik matahari sedang berjaga dan berbaris rapi dibalik pembatas kawat berduri (batas antara peserta aksi dan polisi), datang dari arah seberang, seorang relawan dengan sebotol air minum yang dihadiahkan untuk para polisi dengan harapan mampu menjadi pelepas lelah dan dahaganya, satu polisi menghampiri dan menerima pemberian dari relawan, meskipun terpisah oleh batas kawat berduri, namun tidak membuat keduanya saling terpisah sifat kemanusiaan dan rasa saling tolong-menolong antar sesama. Inilah sinergi apik antara pejabat dan relawan yang berlabel sebagai peserta aksi, melayani dengan ketulusan dan kelembutan hati.

Sungguh indah kehidupan ini, andaikata semua kalangan bisa bersinergi dengan siapapun, tulus dalam setiap aksinya, berjiwa lembut, ramah dan saling menghormati antar sesama, pastilah kedamaiaan dan ketentraman akan di dapatkan oleh semua kalangan. Sejatinya, tidaklah suatu perkara yang di dalamnya disertai kelembutan dan kasih sayang melainkan akan membawa perubahan besar yang lebih baik untuk sekitarnya.

Semoga kita sebagai para pemuda mampu menjadi harapan besar bangsa dan membawa perubahan yang berarti. Menjadi pemuda generasi solusi yang bergerak menginspirasi semua kalangan demi terwujudnya bangsa yang lebih baik di masa yang akan datang. (Aji Turangga)

  • Bagikan Artikel