free html hit counter 2000 Kurban Gede-Gedean di Panti Kurban
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • (021) 7751975 / 081 1111 91916

2000 Kurban Gede-Gedean di Panti Kurban

2000 Kurban Gede-Gedean di Panti Kurban

Sekolah Relawan – Idul Adha akan segera tiba satu setengah bulan lagi. Berkurban untuk bangsa bukanlah sebuah hal yang muluk. Karena segala niat mulia yang telah tertanam

akan menemui jalan untuk sampai ke tujuan. Al-udhiyah atau qurban yang menurut syariat,”sesuatu yang disembelih dari binatang ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan Hari Tasyrik 11, 12 dan 13 Djulhijjah.” Merupakan penafsiran secara harfiah.

Ibadah qurban bukanlah syariat yang baru di zaman nabi Muhammad SAW, sebaliknya ia adalah ibadah yang telah lama diperkenalkan sejak zaman nabi Adam sendiri, ketika peristiwa konflik antara Habildan Qabil. Firman Allah SWT di dalam surah al-Hajj ayat 34:“Dan bagi tiap-tiap umat, Kami syariatkan Ibadat menyembelih korban (atau lain-lainnya) supaya mereka menyebut nama Allah sebagai bersyukur akan pengurniaanNya kepada mereka; binatang-binatang ternak Yang disembelih itu. kerana Tuhan kamu semua ialah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kamu tunduk taat kepadaNya; dan sampaikanlah berita gembira (Wahai Muhammad) kepada orang-orang yang tunduk taat.

Menjelang Idul Adha 1438 hijriah, Sekolah Relawan menyelenggarakan Panti Kurban kembali.  Jika di tahun sebelumnya menargetkan 50 hewan qurban, dengan jumlah pencapaian sebanyak 56 hewan kurban, di tahun ini Panti Kurban menargetkan 2000 hewan kurban untuk penerima manfaat dengan taglinenya,”Kurban Gede-Gedean”  

Mengapa bernama Panti Kurban?

Tak jarang, sejumlah masyarakat melakukan proses penyembelihan hewan kurban dengan menitipkannya di Masjid atau pengurus daerah wilayah setempat. Sekolah Relawan selaku lembaga sosial kemanusiaan ingin membuat segmentasi yang berbeda. Dengan cara menyalurkannya langsung ke panti, seperti panti jompo, panti asuhan, dan panti sosial. Karena sering kali sebagian dari kita melupakan mereka.  Tujuannya  agar dapat memberikan kebahagiaan kepada panti dan  tidak hanya di kenal masyarakat sebagai penerima manfaat saja. Tetapi, juga sebagai pemberi manfaat bagi masyarakat sekitar panti.

Sedangkan untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban, panitia penyembelihan akan melibatkan pengurus panti, anak asuh panti dan warga sekitar panti. Jadi, selain dapat berbagi antar relawan, pengurus panti dan masyarakat dapat menjalin silaturahmi serta tali persaudaraan yang apik.  

Lalu bagaimana dengan sistem penyalurannya?

Sekolah Relawan akan menyalurkannya ke 13 Provinsi di Indonesia. Dengan berkoordinasi dengan jejaring antar relawan setempat baik relawan lingkungan, sosial, kemanusian, dan lainnya.  

Dony Aryanto selaku Direktur Eksekutif Sekolah Relawan mengharapkan ,”semoga target bisa tercapai. Agar bisa membahagiakan banyak panti. Saya optimis 2000 target dapat tercapai. Karena masih banyak orang baik yang sudah tau keberadaan panti kurban.”

Kemudahan berkurban pun, kini hadir di sejumlah penjuru negri. Terlebih dengan tersedianya online marketing yang disediakan oleh Sekolah Relawan. Dimana para pembeli dapat langsung membeli hewan kurban dengan melakukan transaksi online. Namun, bagi pembeli yang ingin membeli secara off line pun, dapat melalui booth Sekolah Relawan yang kini telah tersedia di 5 wilayah Jabodetabek di Indonesia.