Konten Berita

Api Sebagai Sahabat Manusia, Benarkah?

 

“Jika ada percikan api di dapur atau dimana pun, kita jangan panik. Jadikanlah api ini sahabat kita, karena apabila dalam hitungan menit dan detik kita tidak mampu mengatasinya, sangat rugilah kita. Jadi kita harus jadi orang yang mengerti dan tau,” imbuh Komandan Anwar dalam penyampaian materi EST (10/11) di Blu Plaza, Bekasi.

Training yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB ini, semakin mengundang antusias peserta ketika Anwar dan Abdul Manaf mempersilakan satu per satu peserta melakukan simulasi pemadaman api.  Dibantu oleh Agil, Haryagung dan Drajat, peserta dibantu memasang alat pelindung diri terlebih dahulu. Seperti helm, sarung tangan dan kaca mata google. Tujuan pemakaian alat pelindung diri yaitu agar peserta belajar melindungi dan menyelamatkan dirinya terlebih dahulu sebelum menyelamatkan orang lain.

Setelah alat pelindung diri terpakai lengkap, mereka melakukan simulasi pemadaman kebakaran. Di sini, Anwar menjelaskan telah terjadi kebakaran dengan sulutan api yang besar. Kemudian peserta diminta memadamkan api tersebut. Langkah pertama, peserta mengambil karung goni dan membasahinya di tempat yang telah disediakan. Kemudian mereka diharuskan mencari posisi pemadaman yang membelakangi arah datangnya angin. Selanjutnya, karung goni tersebut diangkat sampai menutupi wajah mereka dan posisi tangan pun harus berada dibelakang karung. Tujuannya untuk mengurangi  resiko sulutan api yang mengenai mereka.  Setelah itu, peserta maju perlahan mendekati sumber api dan meletakkan perlahan karung tersebut ke pusat api. Api pun padam dan hanya menyisakan kepulan asap di atas karung goni.

Rupanya debar memadamkan api belum selesai. Karena karung yang telah panas di pusat api tersebut diminta untuk diangkat kembali oleh Anwar. Menurut Komandan, diangkatnya karung ini merupakan upaya memastikan api telah padam. Benar saja, lidah api masih tersisa di bawah karung  dan peserta pun bergegas memadamkannya lagi. Tepat pukul 12.00 WIB agenda kegiatan usai dilaksanakan.  

Menurut salah satu peserta, Mutiara, siswi SMP 28 Bekasi, “Acara ini memberikan pengetahuan baru untuk saya, supaya kalau terjadi masalah tau harus berbuat apa. Harapan saya semoga kegiatan ini dapat terus ada,” jelasnya ketika diwawancarai (10/11). (Rtn)

  • Bagikan Artikel