Konten Berita

Belum Habis Trauma Pasca Gempa, Banjir Bandang Terjang Desa Salua

SRUpdate, Kabar Bencana, Sulawesi Tengah (12/12)- Banjir bandang menerjang Desa Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi pada Selasa malam 11 Desember 2018. Menurut kesaksian Thamrin seorang warga, malam itu hujan turun dengan intensitas yang ringan, tidak terlalu deras, namun tidak disangka air bah tiba-tiba mengalir menggenangi desa. 

Malam hari sesaat banjir bandang terjadi, seorang warga memberikan kesaksian melalui via telpon beberapa saat setelah banjir menerjang Desa Salua, kepanikan tak bisa dihindari, belum pulih trauma pasca gempa, kini banjir bandang mendera. 

"Air masuk ke desa, rumah habis sudah. Jalan tidak bisa dilewati, tertutup lumpur semua. Semuanya berlari, air babelok masuk ke desa kami"  Kisah Ramuna, seorang warga kepada Sekolah Relawan melalui telepon. 

Warga segera berlari ke tempat yang lebih tinggi. Akses jalan sempat lumpuh karena jalan tertimbun material lumpur dan kayu. 

Banjir sendiri diduga terjadi karena sungai dipenuhi oleh material lumpur dan kayu pasca gempa yang melanda Sigi pada 28 September 2017, gunungan material itu menyebabkan luapan air tak bisa mengalir dengan lancar ke sungai, sehingga air pun berbelok ke oemuu warga. 

Menurut laporan warga, banjir membawa material lumpur dan material kayu hingga pepohonan, diperkirakan sebanyak 80 rumah warga terdampak banjir, 120 KK terdampak dan 3 sekolah hancur tersapu air. 

Tim Sekolah Relawan segera menuju Desa Salua pada 12 Desember 2018 untuk membantu proses penyisiran, Evakuasi material, pendataan kebutuhan dan penyaluran bantuan darurat. 

"Malam itu kami warga dusun 3 Desa Salua sangat dikagetkan, tidak ada persiapan apa-apa, hujan turun tapi tidak begitu deras. Tiba-tiba saja orang bateriak, kami semua lari, air sudah masuk ke desa kami" ungkap Thamrin kepada Sekolah Relawan. 

Pasca banjir, penanganan telah dilakukan  oleh pihak relawan gabungan dan warga lokal, alat berat pun segera diturunkan untuk membantu proses pembersihan material. 

Warga yang rumahnya  terdampak banjir untuk sementara mengungsi di tenda dan si rumah warga lain yang tidak terdampak. 

Hingga kini belum ada laporan korban jiwa yang jatuh akibat banjir bandang, tim masih terus melakukan pendataan dan penanganan darurat pasca banjir bandang. 

Kebutuhan darurat yang dibutuhkan para penyintas saat ini adalah: terpal, makanan siap saji, selimut, air bersih, alat penerangan, Pampers/pembalut. Distribusi logistik telah diupayakan.

Tak terduga bahwa di tengah proses recovery bencana di Palu, Sigi dan Donggala rupanya ada bencana baru yang menerjang warga, di tengah upaya untuk pulih dari trauma pasca gempa warga harus kembali berjuang menata asa dan membenahi desa mereka.

Namun, kami percaya bahwa kekuatan gotong&rotong dan sinergi kebaikan akan selalu jadi jalan terbaik untuk berjuang. Maka, ayo tetap satukan kekuatan dan ambil peran! Perjuangan kita masih belum usai!


  • Bagikan Artikel