Konten Berita

Doa-doa dibalik Tenda Korban Gempa

SRUpdate, Palu Bangkit, Sulawesi Tengah (12/10) - "Alhamdulilah...akhirnya ada yang peduli pada kami. Terimakasih...kami belum dapat bantuan apapun selama ini.." Bu Mimin tak mampu menahan air mata untuk jatuh. Kulit keriputnya basah oleh air mata, malu-malu ia menghapus pipi dengan jilbabnya. 

‌Tak hanya Bu Mimin, Bu Aswani, Bu Sada, dan ibu-ibu lainnya pun saling berpelukan menitikan air mata. Rasa syukur terhampar begitu luasnya,rasa bahagia lahir karena sebuah kebaikan sederhana.

‌Pasca gempa masyarakat belum mendapatkan bantuan pangan, selama ini mereka bertahan bersama dan saling menguatkan. 

"Kami merinding. Terimakasih untuk semua sahabat-sahabat yang peduli dan mau datang kesini untuk menolong kami...." Ungkap Dian, salah seorang warga.

Siang itu, 10 Oktober 2018 Tim Sekolah Relawan datang  menyalurkan bantuan pangan untuk masyarakat Guntarano. Bantuan yang dibawa hanyalah berupa sembako, namun bagi mereka hal tersebut sangatlah berarti. 

Bencana tak hanya menyebabkan dampak kerusakan bangunan dan korban jiwa. Tapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Sebagian besar warga yang berada di pedesaan dan pesisir mata pencahariannya adalah petani dan nelayan, namun gempa dan tsunami membuat akses ke kebun,hutan bahkan pantai jadi terhambat. 

Terputusnya beberapa akses jalan dan luasnya Persebaran titik pengungsian memang membuat distribusi bantuan belum bisa tersebar dengan massif.  Hal inilah yang membuat Tim Assessement Sekolah Relawan terus bergerak untuk menyisir dan mencari titik-titik penyintas, terutama yang masih belum atau jarang tersentuh bantuan. 

Masyarakat Guntarano tak henti mengalirkan doa dan mengucap syukur, kehadiran bantuan sembako itu berbalas doa-doa mendalam yang memperkuat jembatan persaudaraan. 

"Semoga Allah membalas semua kebaikan kalian...." Ungkap Bu Mimin.

Akses Sulit  Jadi Kendala Penyaluran Bantuan

"Kondisi saat ini, selain akses yang cukup sulit, titik pengungsian juga persebarannya sangat luas...itu menjadi tantangan sendiri dalam proses distribusi dan penyaluran bantuan" Ungkap Wawan Darmawan, Tim Assessement Sekolah Relawan. 

Kebutuhan urgent saat ini yang paling dibutuhkan oleh para penyintas, seain pasokan makanan juga ketersediaan tenda/terpal untuk tempat tinggal Fasilitas MCK, musola darurat serta kelas darurat untuk sekolah. 

Ayoo gotong-royong membantu masyarakat Palu dan Donggala, bukan cuma logistik saja yang mereka butuhkan, masyarakat butuh kita untuk membersamainya bangkit dan berdaya pasca gempa.

Ayo satukan kekuatan, ambil peran dan masuk barisan kebaikan bersama Sekolah Relawan!

Salurkan kepedulianmu dengan klik kitabisa.com/bergerakbantusulteng
Atau transfer melalui :
Bank Mandiri 1730020304052
Bank BCA 8691352111
An Sekolah Relawan
.
*tambahkan angka 209 pada akhir donasi Anda dan lakukan Konfirmasi donasi ke: 📱085218553006 ☎ 02177805706



  • Bagikan Artikel