Konten Berita

Dukung Sukni dan Nur Berdaya Pasca Bencana

SRUpdate, SulTeng Bangkit, Sulawesi Tengah( 6/11) - Kenalkan, mereka berdua adalah Sukni dan Nur. Keduanya masih begitu muda, namun bencana yang melanda Palu pada 28 September 2018 lalu membuat mereka harus menyandang status janda atau orangtua tunggal.

Disaat perempuan muda seusia mereka bisa menikmati masa mudanya dengan belajar, kuliah, traveling atau mengksplore kemampuan dan bakat, keduanya justru sudah harus menghadapi nestapa hidup pasca bencana. 

Sukni baru saja berusia 18 tahun, namun ia sudah harus menanggung tanggung jawab dan peran sebagai seorang ibu dari 2 anak, satu diantaranya masih ia kandung. Suami Sukni menjadi salah satu korban Likuifaksi, sepulang kerja lumpur Likuifaksi Jono Oge menggulung ayah dari anak-anaknya. Kini, Sukni hanya tinggal bersama neneknya, tak ada pekerjaan ataupun usaha, tapi Sukni mulai sadar bahwa ia harus berusaha dan tak boleh bergantung pada siapa-siapa. 

Selain Sukni, ada perempuan muda lain yang juga harus mulai berjuang hidup menafkahi diri dan anaknya, Nur namanya. Perempuan berusia 23 ini juga kehilangan suami tercinta karena likuifaksi dan gempa. Nur harus menghidupi dirinya dan seorang anaknya, Nur tidak mau merepotkan orangtuanya, kepergian suami membuat ia harus memulai langkah perjuangan baru dalam hidupnya, mendidik dan membesarkan anak sebagai single parent.

Sukni dan Nur tidak mau berdiam diri, berbekal keterampilan sederhana yang dimiliki, keduanya ingin memulai usaha kecil-kecilan sebagai langkah awal untuk menjadi berdaya pasca bencana. 

Nur dan Sukni hanyalah satu dari potret banyaknya perempuan dan kaum ibu yang harus berjuang pasca bencana melanda. 

Jangan biarkan Sukni dan Nur  berjuang sendiri.  Bersama Sekolah Relawan, mari dukung program women empowerment "Berdaya Setelah Bencana", kita berikan aksi dan dukungan terbaik, agar para kaum ibu dan perempuan bisa mendapatkan akses penghidupan yang layak.


  • Bagikan Artikel