Konten Berita

Indonesia for Indigeneous People’s Investment Discussion

SRInfo, Depok (10/01) Pembangunan berkelanjutan di bumi Nusantara harus terus kita dukung dan kembangkan. Beberapa distribusi yang adil akan ilmu, teknologi dan pembangunan harus kita wujudkan sehingga kita bisa menumbuhkan pembangunan yang seimbang antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan di beberapa pulau. Kondisi daerah pedesaan yang tercatat oleh Kementerian Desa Tertinggal pada tahun 2014 setidaknya masih ada 122 kabupaten tertinggal, 39.091 (52,79%) desa tertinggal dan 17.268 (23,32%) desa sangat tertinggal. Oleh karena itu sebagai generasi solusi sudah seharusnya kita mengambil peran untuk memuliakan potensi lokal agar menjadi kekuatan global.

Sekolah Relawan merupakan lembaga kemanusiaan yang berfokus pada edukasi kerelawanan, sosial kemanusiaan, advokasi dan pengembangan masyarakat. Dalam bagian pengembangan masyarakat atau akrab disebut comdev, lembaga ini memiliki program pengiriman relawan selama satu tahun untuk menyerap, menemukenali potensi lokal yang akan diolah menjadi kekuatan global. Program bagi masyarakat marjinal, perbatasan dan tertinggal ini bernama Tatar Nusantara. Tahun 2017 Tatar Nusantara mengirimkan 10 relawan kedalam 4 lokasi penempatan, di antaranya Samosir, Lebak Banten, Nganjuk dan NTT. Di tahun berikutnya Tatar Nusantara akan melebarkan sayapnya ke 8 lokasi penempatan di daerah tertinggal.

Relawan yang akan berangkat merupakan anak muda yang terpanggil dan lolos beberapa seleksi yang telah dibekali ilmu pengembangan sebelum ditugaskan. Pemuda ini meluangkan waktu selama satu tahun demi mengabdi kepada ibu pertiwi, sehingga program ini membutuhkan dana operasional yang besar. Oleh karena itu, Sekolah Relawan mengundang para donatur setianya untuk mensosialisasikan program dan mengajak donatur untuk urung rembuk, untuk program investasi berkelanjutan.

  • Bagikan Artikel