Konten Berita

Keterpaksaan Menghadapi Lintah Darat

SRInfo, Depok (12/2) - Mudahnya peminjaman uang dari renterir membuat sebagian masyarakat memilih melakukan peminjaman uang ke para lintah darat, karena tidak  melakukan proses yang panjang seperti yang dilakukan oleh bank-bank resmi yang ada. Tapi dengan kemudahan tersebut, terkadang masyarakat tidak berpikir panjang dengan bunga yang diberikan akan terus menumpuk dan pada akhirnya jumlah hutang dengan bunga biasanya lebih besar jumlah bunga yang diterima. Usaha tersebut dilakukan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan sepihak dan merugikan masyarakat kecil.

Salah satu masyarakat yang terpaksa meminjam uang kepada lintah darat yaitu Mak Ijah, pedagang gado-gado yang ada di Depok. Mak Ijah meminjam uang kepada renternir karena dari hasil penjualan gado-gado yang biasa dilakukannya setiap hari belum bisa menutupi untuk membayar kontrakan bulanannya. Ibu yang biasa berjualan di daerah Beji ini juga menjelaskan, ia terpaksa meminjam karena suaminya terkena stroke yang tidak bisa membantu mencicil hutang yang ada di renternir. Selain bunga yang ditawarkan oleh para renternir, kompor gas dan televisi yang dimiliki Mak Ijah pun ikut diangkut sebagai jaminan peminjaman yang dilakukan.

Pekan kedua di bulan Februari 2018, Sekolah Relawan membuat program yang diberi nama Sedekah Lawan Renternir. Tujuan dari program ini, untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung dan terlilit hutang dengan para lintah darat. Salah satu yang telah dibantu oleh program ini yaitu Mak Ijah yang saat ini hutang dan bunganya sudah lunas, selain itu kami juga membantu mengganti gerobak dan kebutuhan Mak Ijah untuk keperluan menjual gado-gado lebih baik lagi.

  • Bagikan Artikel