Konten Berita

Memaknai Aksi Kerelawanan Awkarin

SRUpdate, SulTeng Bangkit, Sulawesi Tengah (22/10) -  "Kalian boleh panggil aku Awkarin, Karin atau apapun. Tapi, sekarang disini aku hadir sebagai Karin Novilda yang ingin berbagi untuk masyarakat Palu dan turun langsung membantu di lokasi bencana" Kalimat itulah yang keluar dari mulut seorang Karin Novilda saat memperkenalkan diri didepan semua relawan saat sesi evaluasi malam hari. 

Selebgram sekaligus youtuber ini terbang langsung ke Palu untuk menyalurkan donasi sekaligus ikut aksi bersama Sekolah Relawan.

Awkarin begitu ia akrab disapa di jagad maya, sosoknya yang banyak menyedot perhatian publik membuat segala aksi dan gerak-geriknya tak lepas dari komentar netizen. 

Di depan kamera, Karin Novilda adalah sosok idola dengan segala pro dan kontra, namun di atas tanah Palu, Karin Novilda adalah manusia biasa yang sedang belajar mengambil peran sebagai relawan.

Bersama Sekolah Relawan, Karin dan para relawan lainnya sudah bergiat untuk memulai aksi sejak pagi hari, bahkan saat malam tiba, ia juga ikut membantu proses pengemasan ratusan paket bantuan keluarga.

Apa yang membuat Karin Novilda mau turun langsung ke lapangan sebagai relawan? Hal itulah yang pasti dipertanyakan semua orang, tapi satu jawaban sederhana seharusnya mampu kita temukan tanpa perlu banyak bertanya.

Sisi kemanusiaan! Ya, setiap orang punya sisi kemanusiaan. Setiap orang punya hari nurani dan akal Budi yang mampu membuatnya tergerak untuk membantu sesama, begitu juga dengan Awkarin yang selama ini kita tahu di jagad maya.

"Sekolah Relawan tidak pernah membatasi ruang sinergi dan kolaborasi. Bicara soal aksi kemanusiaan, kita tidak bicara warna atau seragam, kita bicara soal semangat universal dan gotong-royong tanpa diskriminasi. Sekolah Relawan tak bisa sendirian, kita harus selalu membangun sinergi" Hal itulah yang diungkap secara tegas oleh Bayu Gawtama dan Dony Ariyanto, Founder Sekolah Relawan. 

Respon Media dan netizen dalam menilai aksi Awkarin di lokasi bencana juga berbeda-beda, ada yang menilainya sebagai pencitraan semata, adapula yang kagum dengan aksi nyata yang ia rintis untuk masyarakat terdampak gempa. 

Namun, satu hal yang pasti, Sekolah Relawan sebagai wadah kolaborasi aksi bersama Awkarin tetap percaya dan optimis, bahwa setiap manusia pasti punya sisi kemanusiaan, bahwa setiap manusia punya kesempatan untuk berbuat baik pada sesama, karena kita semua diciptakan untuk mengambil peran dan mencipta solusi lewat sinergi dan kolaborasi.

Awkarin hanyalah satu dari sekian banyak potret publik figur muda yang masih menaruh rasa peduli untuk sesama.  Segala aksi kemanusiaan dan manfaat yang ditimbulkan melampaui dari sekedar kabar viral, yang jelas media sosial punya peran penting untuk memantik bergeraknya semangat kemanusiaan, siapa sangka bahwa aksi kebaikan dapat diawali dari sebuah postingan?


  • Bagikan Artikel