Konten Berita

Penjarahan Mall Rubuh Ancam Keselamatan, Tim SDR Berupaya Amankan Warga

SRUdpate, Kabar Bencana, Sulawesi Tengah (1/10)- Situasi darurat di Kota Palu pasca gempa dan Tsunami pada Jumat 28 September 2018 lalu membuat para penyintas kekurangan pasokan bahan makanan dan air bersih. Akses yang lumpuh akibat gempa menyebabkan bantuan yang  masuk belum bisa merata dan efektif terdistribusi.

Lapar dan haus. Kebutuhan dasar para penyintas di lokasi gempa belum bisa terpenuhi secara maksimal, daya tahan tubuh yang berkurang dan perasaan yang masih kacau pasca gempa membuat beberapa masyarakat nekad untuk mengambil sisa-sisa barang dagangan dari beberapa toko dan mall. Namun, alih-alih mencari jalan keluar untuk menuntaskan rasa lapar dan haus, beberapa warga justru nekad merangsek masuk ke sebuah bangunan mall yang nyaris rubuh.

Hal tersebut tentu saja sangat membahayakan nyawa, bahkan bukan hanya makanan dan minuman yang diambil, tapi beberapa barang elektronik pun jadi sasaran.


“Kondisi tidak terkendali, penjarahan terjadi dimana-mana. Masyarakat memang kekurangan makan dan minum, mereka tak ada pilihan lain. Namun, membiarkan mereka nekad merangsek masuk ke bangunan mall yang nyaris runtuh sama saja dengan membiarkan mereka menjadi korban..” Ungkap Bayu Gawtama dalam laporannya kepada Sekolah Relawan.

Dalam siaran langsungnya melalui facebook pribadinya, terlihat jelas saat Tim Rescue Sekolah Relawan berusaha memanggil warga satu persatu untuk keluar dari mall, warga berhamburan keluar membawa beberapa barang yang mereka jarah dari dalam mall yang nyaris runtuh itu.

“Ayoo pak sudah keluar semuanya! Barang yang anda bawa tidak ada apa-apanya dibanding nyawa anda!” Ungkap Bayu Gawtama tegas dihadapan warga yang baru keluar dari mall.

“Kita bisa maklum jika yang diambil adalah sembako atau minuman, tapi lapar bagaimana kalau yang diambil adalah barang elektronik seperti TV, HP, Kipas angin sampe  alat fitness dan ATM pun mau dibobol. Kita tidak mau ada korban lain yang bertambah” Lanjutnya.

Selain nyaris runtuh dan membahayakan, di dalam bangunan mall yang dimasuki warga juga masih banyak korban tertimbun yang belum berhasil dievakuasi.

“Kita berharap semoga besok tak ada lagi aksi seperti ini. Ayo segera kirimkan bantuan dan ambil peran untuk masyarakat terdampak gempa, mereka benar-benar membutuhkan perhatian” Ungkap Bayu Gawtama menambahkan.

Sementara itu hingga kabar ini dirilis, Tim masih terus berusaha melakukan evakuasi korban di beberapa titik reruntuhan bangunan dan tetap mengupayakan koordinasi untuk distribusi dan penyaluran bantuan.

Ayo satukan kekuatan dan ambil peran. Penjarahan adalah bentuk dari ketidakmampuan warga untuk bertahan, itulah mengapa kita harus ada memberikan dorongan dan kepedulian. Bencana memang tidak bsia dihindari, namun harus kita lewati bersama sebagai satu kesatuan. Ada banyak cara untuk berbagi dan berkontribusi, segera ambil peran dan tentukan posisi. Jangan biarkan Palu dan Donggala berjuang sendirian!


  • Bagikan Artikel