Konten Berita

Pernah Jadi Korban, Mereka Bangkit Jadi Relawan

SRUpdate, Palu Bangkit, Sulawesi Tengah (11/10) -  Bencana yang mempertemukan kita, bencana pula yang menyatukan kita. Selain duka dan luka,  bencana gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala juga telah menyatukan solidaritas bangsa. 

Wiwid, Zein, Boa, Kholis dan Jagad masih ingat betul bagaimana peristiwa gempa yang telah meluluhlantahkan kampung halaman mereka, Lombok. Mereka adalah para pemuda lokal yang memutuskan untuk ambil peran selama proses penanganan dan pemulihan  gempa.  Menjadi relawan lokal dan berkolaborasi untuk kerja-kerja kemanusiaan.

Pasca gempa melanda Lombok Timur dan Lombok Utara, kini masyarakat mulai berupaya bangkit dan pulih kembali. Namun, di tengah proses perjuangan masyarakat Lombok untuk bangkit, justru Palu yang dirundung pilu. Bencana gempa bumi dan Tsunami telah memporak-porandakan Kota Palu dan Donggala, ribuan orang meninggal dunia, puluhan mengungsi, dan tak terhitung berapa jiwa yang masih terjebak di bawah reruntuhan dan puing bangunan. 

Melihat Palu dan Donggala yang sedang berduka, para pemuda Lombok tak tinggal diam. Alih-alih masih berduka dan berkutat dengan trauma pasca gempa Lombok, mereka justru melangkahkan kakinya dari Lombok menuju Palu. 

"Rasa kemanusiaan memanggil kami untuk datang membantu ke Palu. Kami juga pernah merasakan hal yang sama, kami tidak boleh tinggal diam!" Ungkap Wiwid, salah seorang penggerak relawan lokal di Lombok Utara.

Semangat untuk bergerak membantu Palu tak hanya dipelihara sendirian, mereka ikut menyebarkannya pada orang-orang disekitar, alhasil ada aksi patungan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. 

Tak mau selamanya jadi korban, tak mau selamanya jadi penerima manfaat, kini saatnya bangkit jadi relawan dan memulai aksi untuk masyarakat.

Semangat kerelawanan memang menular, mampu tumbuh dan berkembang melahirkan aksi-aksi kebaikan lainnya. 

"Rumah kami di Lombok memang runtuh. Tapi semangat kami tetap utuh!" Sebuah kalimat sakti tertulis di kaos para relawan Lombok. Mereka percaya bahwa bencana yang pernah menimpa mereka haruslah menjadi kekuatan dan energi baru yang mendorong perubahan positif.

"Melihat Palu saat ini kita sangat sedih. Kita paham bagaimana rasanya...kehilangan keluarga atau kerabat,  kehilangan rumah, harus bertahan di pengungsian, melewati saat-saat sulit  pasca bencana..semoga Palu bisa segera bangkit" Tambahnya. 

Langkah kemanusiaan dari Lombok kini telah sampai ke Palu. Jejak kaki mereka telah menapaki tanah Palu, berbagai ikhtiar dan upaya kemanusiaan sudah dirintis bersama-sama. Tak hanya membawa semangat senasib sepenanggungan, tapi juga memikul doa dan harapan untuk sama-sama bangkit berjuang. 

Para relawan Lombok paham betul bahwa gotong royong dan Sinergitas adalah senjata yang mampu mendorong Lombok untuk bangkit dari hari ke hari. 

Wiwid dan kawan-kawan  Lombok lainnya mungkin pernah sama-sama menjadi korban bencana, tapi mereka ingin segera bangkit dan berdaya. Melangkahkan kaki dan mengepakan sayap untuk berbagai aksi kemanusiaan.

Ayo satukan kekuatan, ambil peran dan masuk barisan kebaikan bersama Sekolah Relawan!

Salurkan kepedulianmu dengan klik kitabisa.com/bergerakbantusulteng
Atau transfer melalui :
Bank Mandiri 1730020304052
Bank BCA 8691352111
An Sekolah Relawan
.
*tambahkan angka 209 pada akhir donasi Anda dan lakukan Konfirmasi donasi ke: 📱085218553006 ☎ 02177805706


  • Bagikan Artikel