Konten Berita

Suara Hati Relawan, Tantangan, Doa dan Harapan di Lokasi Bencana Alam

SRUpdate, Kabar Bencana, Sulawesi Tengah (4/10)- Pernahkah kita membayangkan apa yang dirasakan para relawan yang sedang mendedikasikan diri di lokasi bencana alam?

 Pasca bencana terjadi, kebanyakan orang akan lari dan menghindari lokasi karna ancaman bahaya yang mengintai diri, namun para relawan gempa akan segera mempersiapkan diri untuk mengambil peran dan memulai kontribusi.

Pergi meninggalkan keluarga di rumah, bersiap terjun ke medan bencana dengan segala ancaman bahaya, selain dihadapkan pada berbagai tantangan, para relawan bencana di lapangan juga memendam doa dan harapan, tentang duka yang ikut dirasakan, tentang rasa sedih menyaksikan kehilangan, tentang tekad dan niat untuk bisa membersamai dalam proses kebangkitan. 

"Tak cuma satu atau dua, banyak sekali saya menerima pesan melalui IG, FB dan whatsapp dari orang-orang yang kehilangan keluarga, teman, atau kerabatnya. Semuanya menanyakan dan meminta tolong agar kami bisa mencari mereka" Ungkap Yusman Aji, Relawan Rescue Sekolah Relawan. 

Sebuah tanggung jawab dan amanah besar diletakan di pundak para relawan rescue,  doa dan harapan ribuan orang yang mencari keluarga dan kerabat digantungkan pada mereka. Hal tersebut adalah tantangan sekaligus amanah yang tak mudah.

Harapan untuk bisa menemukan korban selamat bukan hanya milik keluarga korban, tapi juga milik Tim Rescue di lapangan,

"Percayalah...kami disini berupaya melakukan yang terbaik untuk bisa menemukan korba tanpa memandang siapa dan apa kedudukannya. Semua korban yang kami temukan Kami perlakukan dengan baik" Tambahnya 

Segala rasa lelah, rasa lapar dan haus bahkan  rasa rindu pada keluarga pun harus dikendalikan. Doa dan harapan terbesar Tim Rescue di lapangan adalah agar para korban dapat segera bisa ditemukan dan dikembalikan pada keluarganya masing-masing.

Namun, di tengah upaya yang terus dilakukan, Tim Rescue tak hanya dihantui oleh ancaman infeksi akibat terkena cairan mayat, sulitnya akses wilayah evakuasi juga menjadi tantangan yang tak pernah lelah dihadapi. 

"Akses untuk menggapai para korban begitu sulit ditembus dengan cepat karena keterbatasan peralatan pendukung yang ada.." Paparnya 

Pada akhirnya, selain ikhtiar dan semangat gotong-royong yang terus diupayakan, segala doa dan harapan positive adalah energi nyata yang selalu dinyalakan para relawan bencana untuk memperkuat daya.

"Terus bantu Kami dengan doa maupun donasi agar segala kebutuhan peralatan evakuasi di lokasi bencana dapat segera terpenuhi dan proses evakuasi pun bisa berjalan lancar" Ungkap Aji mewakili perasaan Tim Rescue di lapangan. 

Suara hati relawan begitu sederhana dan mudah ditebak, menginginkan bahagia untuk sesama, mengharapkan cahaya untuk semua. Kerja-kerja kemanusiaan dan ujian yang timbul karena bencana adalah tantangan yang bernilai ibadah dan pelajaran tak ternilai.


  • Bagikan Artikel