Konten Berita

Suara Parau Jaja Ke Relawan

 

SRNews, Depok (6/12) - Usianya telah mencapai 67 tahun. Namun, semangatnya jauh lebih hebat dibanding kaum muda. Siang ini pria paruh baya tersebut melangkahkan kakinya ke Masjid Nurussalam, Beji Depok sebut saja namanya Jaja.

 

Rabu siang, di bawah terik yang membakar kulit, seorang laki-laki datang dari sisi belakang Masjid Nurussalam dengan mengenakan celana pendek abu-abu yang telah kusam dan kaos biru.

“Masih ada gak nasi bungkusnya,” ujarnya dengan suara parau dan penuh harap kepada tim Sekolah Relawan.

Beruntung masih ada satu bungkus nasi yang bertengger di dalam showcase FoodBox Sekolah Relawan. Mengetahui hal itu, matanya langsung berbinar dan ia bergegas mempercepat langkahnya menuju lemari penghangat makanan tersebut.  

Saat relawan bertemu langsung dengan penerima manfaat, kami jadi tahu kondisi para penerima manfaat FoodBox. Menurut penuturannya, ia mengumpulkan kardus bekas mulai pukul 09.00 WIB sampai 13.00 WIB hari ini. Sebenarnya ia ingin sekali pulang lebih sore. Tetapi, kondisi kaki yang sakit tak memungkinkannya untuk berjalan lebih jauh lagi mengumpulkan kardus bekas.

Sementara hasil mengumpulkan kardus tersebut dapat dikatakan jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kini, ia tinggal sebatang kara di sebuah kontrakan kecil dekat Masjid Nurussalam berukuran 2 x 3 meter dengan harga Rp 200.000 per bulan.

“Anak saya ada delapan, cuma ibunya sudah gak ada sejak tujuh tahun lalu (2010). Kalau cucu mah banyak ada 31. Cuma sama bapaknya tukaran aja, “ungkap kakek dengan mata sendu, karena telah lama tak berjumpa dengan seluruh anak dan cucunya.

Diakhir perjumpaan kami bersama beliau, ia mengucapkan terima kasih atas kebaikan para donatur dan relawan yang telah menyisihkan uang, rezeki dan tenaga mereka untuk memberikan sedikit kebahagiaan untuk kaum dhuafa.  (Rtn)

   

 

  • Bagikan Artikel