Konten Berita

Wajah Tabah Tanah Kaili, Pesona dibalik Bencana

SRUpdate, SulTeng Bangkit, Sulawesi Tengah (30/11) - Tanah Kaili dilanda gempa, tsunami dan Likuifaksi, beberapa titik terdampak parah dan luluh lantah. Jembatan kuning dan masjid terapung yang jadi icon Kota Palu ikut tersapu dasyatnya gelombang tsunami 28 September lalu.

Kehancuran terjadi, korban jiwa tak terbendung lagi, Tanah Kaili jadi saksi sejarah bernafas tragedi. Sebuah fenomena alam sekaligus ujian dari Tuhan. 

Namun, dibalik segala kehancuran dan reruntuhan akibat bencana yang menimpa, Tanah Kaili tetap saja mempesona. Bentang alamnya yang kaya dan hijau membuat sejauh mata memandang tak bosan mencipta pukau. Bukit Gawalise membentang gagah seakan bicara bahwa bencana tak boleh membuat kita terlalu lama goyah dan payah. 

Tak hanya hamparan bukit yang mengunggah  semangat bangkit, di tempat-tempat tak terduga, ada banyak "Surga Kaili" yang tersembunyi. Tempat-tempat yang tak hanya sekedar indah, tapi juga menjadi suara alam yang menguatkan kita untuk tak lama meratapi kehancuran. 

Pusat laut, Donggala

Pantai Kaluku..

Bukit Gawalise..

Bukit Nokilalaki..

Pantai Talise...

dan semua surga tak bernama yang Tuhan cipta diatasnya...

Pasir putih dan biru airnya membuat kita percaya bahwa PaSiGala tak boleh berlama-lama tenggelam dalam luka. 

Bahkan...

Rona-rona kecantikan dari teluk dan pantai yang sempat mengamuk memuntahkan gelombang air pasang juga perlahan memancar,

Puing-puing reruntuhan yang masih tersisa dipinggiran pantai jadi menjadi refleksi setiap kali lalu lalang orang melewati melacak memori. 

Tanah Kaili tetaplah surga dan rumah bagi masyarakatnya, disana mereka dilahirkan disana pula mereka kembali kedalam dasar penciptaan, dari tiada kembali ke tiada. 

Sejak awal penciptaan, Tuhan tak pernah berhenti memeluk bumi, termasuk Tabah Kaili.


  • Bagikan Artikel