Pelayan Cilik Kemanusiaan ini Bernama Bilal Darvest Alfaiz

Pelayan Cilik Kemanusiaan ini Bernama Bilal Darvest Alfaiz

sekolahrelawan.com- Dalam kelas masyarakat yang memandang sempit tentang bagaimana seorang anak kecil berbakti dan berbuat baik adalah hal yang masih tabu. Tumpukan tumpukan kesimpulan menyuguhkan bahwa anak-anak kecil hanya dapat bermain, meminta uang jajan, lalu jajan dan menangis masih melekat kental dalam pola pikir kita.

Kini, bersama terik panas kota Tangerang, Bilal Darvest Alfaiz hadir sebagai seorang Pelayan Cilik Kemanusiaan.

Kamis yang manis sebagai awal bulan Agustus. Kami sebut begitu karena menyuguhkan banyak perihal-perihal yang tak sekedar romantis namun juga sinergis. Berangkat dengan sebuah niat untuk menggelar aksi kebaikan Free Food Car, Sekolah Relawan sukses merangkul puluhan saudara-saudara kita di tengah hiruk pikuk kota Tangerang. Bukan sekedar menyuguhkan seratus porsi makan siang, namun merajut asa dalam jalinan tali kemanusiaan

    

.

Raut wajah gembira terlukis begitu saja saat mereka sedang asik menyantap makanan dengan lahap. Sesekali lemparan senyum tertangkap dua relawan kami yang sedang sibuk melayani. Dalam riuh suara centong nasi, decitan sendok dan piring serta teriakan;

"Mbak, mas aku mau satu ya untuk anakku. Dia belum makan siang"


Datang sesosok anak kecil berbalut seragam merah putih, sepersekian detik mendekat dan tak perlu waktu lama untuk dikenali. Ya! dia Bilal Darvest Alfaiz, seorang bocah berumur 8 tahun yang sebelumnya sudah pernah bergabung untuk sekedar bantu-bantu.

Kini, Bilal yang kebetulan sekolahnya berdekatan dengan lokasi Free Food Car Tangerang ternyata ketagihan untuk berbuat baik! Sekarang Bilal bukan hanya bantu potong buah saja, tetapi Bilal juga dibimbing oleh relawan untuk; mengambilkan makanan, mengantarkan minum dan menjadi teman dari para penyintas.

Bilal sangat senang bisa membantu aksi-aksi kebaikan seperti ini, ketimbang membuang waktunya untuk bermain game, Bilal lebih bersemangat untuk menjadi Pelayan Cilik Kemanusiaan.

Sebuah potret baru tentang bagaimana seorang anak kecil yang mampu menyembunyikan jiwa kanak-kanakanya dan menjelma menjadi sosok dermawan yang siap berjalan di jalan juang kemanusiaan.