8 Jenis Pekerjaan yang Nggak Pernah Ada Pensiunnya

9 Jenis Pekerjaan yang Nggak Pernah Ada Pensiunnya

Pernah denger kata "gantung sepatu"? Iyaaa, seperi itulah atlet bola membahasakan istilah kerennya buat pensiun dari dunia sepak bola atau kompetisi profesional. Kata pensiun udah nggak aneh lagi buat kita kan? 

Pensiun dari sebuah profesi atau pekerjaan profesional adalah hal wajar, usia menjadi salah satu jadi indikator mengapa ada masa kerja yang disebut masa pensiun dalam sebuah karir profesional.

Tapiiiii....tahu nggak sih, ada beberapa "pekerjaan" atau "karir" yang tak mengenal kata pensiun! 

Nih...Sekolah Relawan punya rangkumannya buat kamuu, cuma buatmuuu~~~~

Apa aja ya pekerjaan yang nggak ada Pensiunnya?

1. Menjadi Hamba

Menjadi hamba adalah karir abadi yang sudah melekat pada kita bahkan sejak kita masih dalam kandungan. Kenapa? Karena segala apa yang kita lakukan dalam kehidupan ini, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk beriba?daaah. Kepada siapa? Kepada DIA, sang penguasa semesta alam raya. ALLAH SWT. Dari brojol sampe nanti dihisab, karir abadi kita yang jadi seorang hamba.

2. Menjadi Pemimpin

Udah bukan rahasia lagi kalo setiap kita dilahirkan dengan jabatan. Jabatan sebagai "Khalifah" alias pemimpin. Pemimpin buat siapa? Minimal buat diri sendiri.  Tahu arah, bisa baca "kompas" kehidupan. Jadi..nggak usah rebutan jabatan ya? Semuanya kebagian jabatan dengan tunjangan yang ternilai!   

3. Menjadi Anak

Pasca lahir sebagai orok ke dunia ini, kita semua akan menyandang pekerjaan sekaligus jabatan dan peran sebagai anak. Lha kok perkejaan? Iya, segala macam bentuk upaya adalah kerja. Kerja hati, kerja rasa, kerja pikir, kerja tubuh, kerja doa, kerja semesta. Nggak ada yang namanya mantan anak kan? Dari orok sampe punya cucu kelak, karir sebagai anak nggak akan pernah pensiun, karna doa anak Sholeh untuk orangtuanya akan selalu Allah dengar. Nggak peduli anaknya udah ubanan sekalipuuun. 

4. Menjadi Saudara (kakak/adik)

Inget mantan pacar? Mantan gebetan? Hmmmmm. Yang jelas nggak akan pernah ada mantan saudara, mantan kakak atau mantan adik. Hingga memiliki keluarga masing-masing pun, seorang kakak tetap menjadi kakak bagi adiknya, dan seorang adik tetap menjadi adik bgai kakaknya. 

5. Menjadi Orangtua

Fase kehidupan yang lebih lanjut dari seorang anak manusia adalah; menjadi orangtua. Nggak pernah ada kata pensiun, inilah pekerjaan mulia yang ikhlas dijalani tanpa gaji, tanpa tunjangan, hanya ada MOU dengan Tuhan: untuk selalu menjaga, merawat dan mendampingi anak-anaknya. Sampai kapanpun, kerja mulia sebagai orangtua tak akan pernah mengenal pensiun dan tak tergantikan. 

6. Menjadi seorang sahabat

Kita nggak bisa tumbuh dan berkembang sendirian. Kita butuh sahabat. Mereka yang silih datang dan pergi, berganti, berhenti, menetap dalam hati. Setiap hari pekerjaan sebagai sahabat mengharuskan kita tak pernah berhenti memahami dan belajar membangun interaksi. Hingga nanti, sampai mati. 

7. Menjadi seorang guru

Guru. Pekerjaan sebagai guru bukanlah milik mereka yang mengabdi di dalam kelas saja, tapi juga pekerjaan kita yang tak kenal habisnya. Menjadi guru dan sosok yang mampu mengayomi sesama, sosok yang mampu menjadi teladan dan contoh baik bagi sekitarnya. Seperti kita yang terus bertumbuh dan berkembang setiap harinya.  

8. Menjadi seorang murid

Sekolah kehidupan tak pernah ada lulusnya. Menjadi  murid adalah pekerjaan abadi dan kekal. Selalu belajar, tak pernah henti membuat salah dan tak pernah henti menghadapi berbagai ujian.

9. Menjadi seorang relawan

Relawan bukan tentang seragam, bukan tentang lembaga, bukan tentang bencana. Relawan adalah tentang kerja-kerja kemanusiaan yang tak pernah usai, tentang aksi-aksi kebaikan yang tak kenal jaman. Relawan adalah kondisi kejiwaan dan keadaan pikiran,  penghayatan rasa pada sebuah realita, dan perjuangan atas segala kata-kata. Menjadi relawan adalah pekerjaan yang tak pernah usai, karena relawan tak hanya harus ada salah bencana, tapi juga harus ada di setiap detak jantung umat manusia.  

Proses belajar tak pernah ada kelarnya, ijazah tak akan pernah mampu meluluskan anak manusia menjadi seorang pembelajar sekaligus petualang. 

Seperti halnya menjadi seorang ibu, menjadi seorang relawan juga nggak ada kata pensiunnya! Selamanya, selama kita masih menjaga hati dan pikiran untuk selalu selaras dalam kebaikan, selamanya, selama kita masih mengupayakan niat mulia jadi hal yang bermanfaat bagi sesama.