Konten Berita

Baronggeng Tradisikah atau Hanya Kebiasaan

SRnews, Pulau Hiri (5/7)- Diantara bangku-bangku yang berjejer, saya duduk sambil mengamati para pemuda yang menari mengikuti alunan lagu. Tariannya sederhana, gerakannya serempak namun larut dalam lagu yang mengalun dibarengi lampu disko yang berkerlap-kerlip berputar mengikuti hentakan musik.

Musik menggema keras melalui speker aktif yang ada di kedua sisi tenda. Lagu berjudul Huoko Tobelo ini yang ternyata jadi latar Baronggeng, istilah orang Maluku Utara untuk hiburan yang setiap kali ada event ataupun moment di kampung-kampung.

Masyarakat Pulau Hiri Lebih suka dengan hiburan seperti Baronggeng yang juga hiburan gratis, hanya sekedar untuk menghlangkan penat atau untuk sekedar refreshing dari rutinitas yang monoton. Masyarakat juga dengan mudah bisa menjumpai hiburan seperti ini kepulau sebelah hanya dengan waktu 20-30 menit saja menggunakan speed ataupun kapal kayu.

Penduduk Indonesia bagian Timur memang lebih terkenal dengan tariannya yang khas dengan gerakan-gerakan enerjik seperti Poco-poco dan Sajojo. Masarakat Timur juga lebih tertarik dengan tarian-tarian lagu daerah yang di padukan dengan musik menghentak dan hal ini yang menyebabkan tarian Masyarakat Timur lebih menyerupai tarian modern ketimbang Tradisional.

Baronggeng sendiri dalam masyarakat Pulau Hiri tidak jauh beda dengan joget Dangdutan di masyarakat Pulau lain seperti, Pantura. Satu hal yang membedakan Baronggeng dengan Dangdutan adalah tidak adanya Biduan atau Penyanyi yang menyanyikan lagu untuk Baronggeng. Disini hanya diperlukan lagu daerah yang diputar dari playlist di laptop atau gadget. Kemudian secara langsung para pemuda, anak-anak maupun orang dewasa akan berbaris menggerakan tangan dan kaki mereka mengikuti alunan lagu.

Seperti halnya Dangdutan yang kadang hadir pada moment hajatan, kampanye, ataupun syukuran masyarakat, begitupula dengan Baronggeng yang ada ketika salah satu warga menikah, pelantikan karang taruna juga peringatan isra mi'raj seperti yang terakhir ini diperingati. Baronggeng akan dimulai pukul 10 malam sampai pukul 01.00 pagi, atau kadang malah sampai pukul 07.00 pagi.

Saya hanya menjadi penonton yang duduk mengamati, membandingakan dan memperhatikan dengan seksama tentang baronggeng ini yang secara harfiah berarti joget. rasa penasaran yang kuat membuat saya terus mencari tahu tentang Baronggeng. Masih terus bertanya-tanya hiburan sematakah baronggeng? Atau memang Budaya masyarakat Pulau Hiri yang harus dilestarikan?.

yang pasti saya menikmati, menikmati setiap tawa dan wajah berseri-seri mereka yang sedang menari, walaupun saya tidak ikut ambil bagian dalam tari tersebut. Sampai ketika ada yang menawari saya untuk ikut menari. ayok mas Baronggeng, ucap salah satu warga yang sedang menari.

(Tulisan oleh: Andi)

  • Bagikan Artikel