Konten Berita

Batuk Khas Tanah Karo

SRStory, Kaban Jahe (24/2) - Saat Tim Sekolah Relawan mendatangi tanah suku batak, tak lupa bersilaturahmi dengan pihak yang mengerti tentang medan di lokasi yang akan kami datangi. Salah satu pihak yang memahami kondisi Gunung Sinabung yaitu Karang Taruna Kabupaten Karo. Salah satu pihak Karang Taruna yaitu pak Eddy selaku 
sekretaris mencoba menceritakan kondisi Gunung Sinabung yang mulai aktif kembali di tahun 2010.

Gunung Sinabung merupakan salah satu gunung yang berada di 4 kecamatan yaitu Namanteran, Simpang Empat, Payung, dan Ndreket. Gunung ini dinyatakan tidak aktif, tetapi pada tahun 2010 mulai dinyatakan aktif karena adanya letusan yang terjadi dan wargamulai menggungsi ke tempat yang lebih aman dalam kurun waktu kurang dari sebulan, karena dirasa kondisi sekitar gunung sudah aman. Tetapi di tahun 2013 Gunung Sinabung mulai erupsi kembali dan merenggut puluhan korban.

Pada tahun 2014, letusan dahsyat kembali terjadi oleh gunung ini, dan desa yang terkena dampak terbesar yaitu Guru Kinayan dan desa Suka Meriah yang merenggut korban 12 jiwa dan merupakan tempat yang dinyatakan sebagai zona merah, yaitu zona yang memiliki jarak 3km dar kawah Gunung Sinabung.

Pada tahun 2016 gunung ini mulai meletus dan mengeluarkan abu vulkanik, batu, dan awan panas secara terus menerus dan dengan letusan yang tidak besar, biasanya 
masyarakat menyebutnya dengan istilah 'batuk'. Sedangkan erupsi yang terjadi pada tahun 2018 ini desa yang terkena dampak terbesar berada di Suka Meriah, Namantran,
dan Bekerah.

Dengan adanya erupsi yang sering terjadi sejak 2010, pemerintah memberikan desa relokasi di daerah Siosar yang merupakan lahan kosong milik negara. Di daerah ini,
200 kepala keluarga dialihkan dari desa mereka sebelumnya yang dirasa kurang aman melihat kondisi Sinabung yang terus aktif. Sedangkan untuk daerah Guru Kinayan
masyarakat melakukan relokasi mandiri, yaitu mencari tempat sendiri untuk menghindari zona merah dengan bantuan dari pemerintah sebesar 110 juta untuk setiap KK 
yang ada. Bantuan tersebut dibagi menjadi dua bagian, yaitu untuk Bantuan Dana Rumah (BDR) sebesar Rp 59.400.000,- sedangkan untuk Bantuan Lahan Usaha Tani (BLUT) sebesar Rp 50.600.000,- (narasumber : pak Eddy Surbakti)

Pihak Karang Taruna Kabupaten Karo hanya bisa berharap adanya kesadaran dari warga yang terus siaga terhadap aktivitas Gunung Sinabung yang terus aktif dan tidak ada
yang mendaki Gunung Sinabung, karena masih ada beberapa orang yang secara diam-diam mendaki gunung yang terus aktif ini.

  • Bagikan Artikel