Konten Berita

Masa Lalu Joy dan Sulky

Don't judge people by the cover, pasti tidak asing bagi kita dengan kata-kata itu. Tapi apakah diantara kalian pernah mendengar pembelaan tentang bagaimana membeli buku tentunya yang membuat menarik adalah cover bukunya. Adapun balasan terkadang kita pun akan tertipu karena cover bagus dan ternyata jalan cerita yang tidak menarik dan jauh dari ekspetasi yang diharapkan. Sudahlah tak perlu kita hiraukan siapa yang benar, bagaikan memikirkan ayam dan telur yang selalu diperdebatkan.

Kembali lagi dengan Joy dan Sulky. Joy dengan kehidupan yang menyenangkannya melakukan traveling dan mendapatkan impian-impian dia, ternyata ada perjuangan dibalik itu semua dan hanya disimpan pribadi sehingga orang lain tidak mengetahuinya. Joy mendapatkan bullying selama menduduki bangku sekolah. Karena sekolah Joy adalah sekolah bergengsi, dengan kehidupan sederhana yang dimiliki oleh Joy seringkali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan seperti saat tasnya tertempel kotoran kucing dan menyebabkan satu kelas beraroma tidak sedap, Joy sering disebut dengan istilah 'bau t**' oleh teman-temannya. Perlakuan lainnya yang didapatkan oleh Joy saat dia bermain seharian dengan temannya yang bernama Sense dan pada saat akan pulang sekolah ternyata sejumlah uang yang cukup besar milih Sense hilang dari tasnya. Sense pun kebingungan untuk mencari uang tersebut karena jumlah yang akan dibayarkan untuk keperluan penting. Saat proses mencari uang Sense, beberapa teman kelasnya mengatakan bahwa Joy lah yang mengambil uangnya, Joy pun langsung membela dirinya karena dia seharian bermain dengan Sense dan tidak menyentuh tasnya. Teman satu kelasnya tak ada satu pun yang percaya dan malah melontarkan kalimat 'kalo maling ngaku penjara penuh', Joy hanya bisa diam karena pasti ada perkataan lainnya jika dia membela diri. Tapi Joy cukup lega, Sense mempercayai jika Joy tidak mencurinya karena sejak pagi bersamanya.

Dengan bullying yang didapatkan, setelah selesai menduduki bangku sekolah pun Joy mulai bangkit dan selalu bekerja keras serta tidak lupa untuk selalu menjalankan ibadah yang merupakan kewajibannya. Hingga akhirnya Joy mendapatkan mimpi-mimpinya dengan lingkungannya yang baru tanpa tahu kehidupan sebelumnya yang dijalani.

Sedangkan kehidupan Sulky, ia selalu mendapatkan kehidupan yang berkecukupan dari orang tua nya, apapun yang diinginkannya akan terus tersedia. Tetapi karena ayah dari Sulky merupakan seorang yang bekerja di perusahaan minyak membuat ayahnya jarang dirumah dan kurangnya perhatian dari sang kepala keluarganya. Hal ini membuat sifat dari Sulky menjadi seseorang yang jarang untuk bekerja keras untuk mendapatkan cita-citanya dan menjalani kehidupan yang ada. Selain itu, Sulky juga selalu mendapatkan fasilitas dari ayahnya untuk melanjutkan di setiap melanjutkan pendidikannya tanpa mengikuti tes masuk yang sulit.

Kembali dengan kata don't judge people by the cover, kehidupan Joy saat ini yang diketahui oleh teman-temannya merupakan orang yang sangat bahagia dan sangat beruntung yang sebenernya untuk mendapatkan hal tersebut sangat penuh perjuangan dan air mata dalam menjalani kehidupan. Tetapi kembali kepada kodratnya manusia yang selalu merasa kurang, Joy merasa hidupnya merasa kurang karena tidak memiliki banyak uang untuk bisa traveling ke luar negeri. Sedangkan Sulky dengan kehidupannya yang menerima apa yang diterimanya dan finansial yang sangat cukup selalu merasa iri dengan Joy yang dapat meraih impiannya tanpa berusaha lebih besar dari yang dilakukan Joy.

Pada intinya, selalu berjuang apa yang dicita-citakan, jika mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan kembali lah fokus dan jadikanlah sebagai angin dan ombak saat  sedang berada pada sebuah kapal di tengah lautan. Jika kita melihat kebahagiaan seseorang jadikanlah acuan untuk menjadi diri lebih bahagia. Selamat mensyukuri apa  yang kita miliki.

  • Bagikan Artikel