Konten Berita

Pasar Dadakan dari Tanah Eksotik Asmat Papua

SRStory, Siret (4/10)- Indonesia adalah Negara yang mempunyai banyak kepulauan dan berbagai macam Bahasa juga adat istiadat. Tidak hanya itu saja, Indonesia mempunyai daerah-daerah yang unik dan juga kaya dengan alamnya yang eksotik.

Papua, adalah salah satu bagian Indonesia yang memunyai alam indah. Dengan masyarakatnya yang ramah. Dibalik alam dan masyarakat yang begitu memikat, ada banyak hal-hal dan kebiasaan masyarakat Papua ini khususnya di Asmat, Kampung Yaosakor ataupun Sakor.

Daerah ini sendiri tidak mempunyai pasar seperti daerah atau kota-kota kebanyakan. Karena memang tidak memiliki lokasi untuk jual beli, mereka hanya mengandalkan jalanan-jalan papan,teras depan kios atau bisa langsung di antarkan kerumah si pembeli. Sebagian orang menyebut nya pasar dadakan, karena jadwal pasar yang tidak tentu. Bisa pagi hari ketika matahari mulai bangun, bisa juga saat siang hingga sore hari.

Terlihat di pingiran jalan depan rumah sudah banyak para mace yang menata cantik dagangannya dengan beralaskan karung beras. Harga sayur serta ikan yang di jual berkisar Rp 5000 sampai dengan Rp 20.000.

“ ikannya dijual? Kita mau beli,” tanya Tika, salah satu tim Tatar Nusantara (TN) dari Sekolah Relawan (SR) yang sedang tugas di pedalaman Asmat Papua.

“Tanya mama dulu,” jawab Selpina salah satu adik pedagang di pasar dadakan.

Tidak menunggu lama mama sharifa menyetuju untuk menjual ikannya, juga menyutujui permintaan jika ikan dibersihkan terlebih dahulu.

“mama, bisa kita minta tolong bersihkan? Kami tidak punya parang (pisau),” kata tika.

Tidak hanya ikan yang kami beli, tapi juga udang yang baru saja dijaring. Sebagian masyarakat Asmat sendiri di Yaosakor dan Sakor sudah biasa bercocok tanam, ada yang perorangan juga perkelompok. Padi biasanya hanya cukup untuk keperluan keluarga saja. Tetapi hasil tanam seperti kangkung, gambas, singkong, pepaya dan daun katuk, biasanya masih bisa mereka jual. Juga seperti ikan dan udang sewaktu-waktu bisa mereka jual, jika hasil tangkapannya lumayan banyak.

Tidak jarang setiap pagi atau sore, mama-mama ini mengetuk pintu rumah untuk menawarkan sayuran dengan harga lebih murah Rp 5000 untuk masing-masing sayuran.

jika mereka ingin membeli kebutuhan lain yang tahan lama, meraka harus ke Distrik Atsy dan agats dengan mengeluarkan ongkos sangat mahal yaitu Rp 300.000 sampai dengan RP 600.000 untuk sekali jalan Pulang Pergi untuk bensin ataupun menggunakan speed ojek. Namun akan sedikit lebih murah jika menggunakan perahu warga.

 

  • Bagikan Artikel