Konten Berita

Yaosakor dan Sakor, Kampung yang Berbeda namun Bersaudara

SRStory, Asmat (4/13)- Indonesia dikenal dengan penduduknya yang ramah, wisatawan asing yang sering mengunjungi Indonesia sudah banyak yang mengakui tentang hal ini. bukan hanya satu dua wisatawan asing, namun lebih dari itu.

Jauh dari kota, jauh dari hiruk pikuk kendaraan berpolusi, jauh dari gedung yang tinggi dan taman rekreasi tapi tempat ini jauh lebih indah dan membahagiakan masyarakatnya. Papua Asmat, bagian dari Indonesia tepatnya di kampung Yaosakor dan Sakor adalah kampung yang berbeda wilayah namun mereka tetap bersaudara.

Sebelum tahun kemerdekaan 1945, Fam atau Marga yang pertamakali bermukin disalah satu daratan sungai Sirets adalah marga Yao. Dengan bertambahnya jumlah anggota komunitas Asmat, maka pada tahun 1960 mulai di bangun sebuah perkampungan yang memangjang dari selatan ke utara yang diberi nama Kampung Yaosakor.

semakin hari bukan hanya Marga Yao yang menjadi penduduk kampung Yaosakor, ada beberapa Marga yang mulai masuk ke Yaosakor seperti Marga Sakor, Job, Jipi, Sumas, Wayir juga pendatang lain yang sudah lama menjadi bagian dari masyarakat Asmat di Yaosakor, Distrik Sirets, Kabupaten Asmat.

Berkembangnya kampung membuat masayarakat Yaosakor harus mempunyai fasilitas-fasilitas umum. Maka dibangunlah fasilitas seperti Gereja, Puskesmas dan Sekolah. Dari situ juga Yaosakor di mekarkan menjadi kampung Yaosakor dan Sakor. Ada keunikan tersendiri dari dua kampung ini, bahwa penduduk nya bebas memilih dimana mereka akan tercatat sebagai penduduk, di Yaosakaor atau Sakor. Ada sebagian penduduk yang datanya tercatat sebagai warga kampung Yaosakor, namun mereka tinggal di kampung Sakor begitupun sebaliknya. ada juga satu keluarga yang terdafar pada buku induk kependudkan yang berbeda.

Dua kampung ini sudah seperti kakak adik, meski beda wilayahnya namun tidak menjadikan mereka saling bermusuhan.jalan papan yang terbuat dari kayu besi ini menghubungkan antara kampung Yaosakor dan Sakor. jalan utama sepanjang dua kilometer ini menjadi batas wilayah antara kedua kampung. Mereka biasa menyebutnya dengan wilayah Kali/sungai untuk rumah-rumah panggung yang berdiri dari jalan utama hingga kearah kali dan wilayah Darat untuk rumah-rumah dari jalan utama sampai dengan menuju hutan.

Yaosakor Dan sakor disatukan oleh adat istiadat dengan adanya satu Rumah Bujang (Jew). Juga dengan kegiatan keagamaan yang dilakukan di gereja ataupun dirumah

Pembatas untuk setiap Rukun Tetangga (RT),ditandai adanya semacam dermaga yang terhubung dari jalan utama yang kemudian bercabang kearah sungai. Secara administrasi terdapat lima RT di masing-masing kampung, baik Yaosakor ataupun Sakor. Sedang untuk jumlah penduduk, Yaosakor lebih padat dibandingkan Sakor hampir 50% Yaosakor Dan sakor disatukan oleh adat istiadat dengan adanya satu Rumah Bujang (Jew). Juga dengan kegiatan keagamaan yang dilakukan di gereja ataupun dirumah. Sakor terdiri dari 125 Kepala Keluarga dengan total 512 jiwa (BIP 2018), sedang Yaosakor mempunyai 1141 jiwa atau 486 Kepala Keluarga terdata pada BIP 2017.

 

 

  • Bagikan Artikel