Dapur Umum Ramadhan: Angin Sejuk di Tengah Ramainya PHK

Dapur Umum Ramadhan: Angin Sejuk di Tengah Ramainya PHK

sekolahrelawan.com- Di sela ramainya berita pemutusan hubungan pekerjaan (PHK) dan banyaknya orang yang kehilangan mata pencaharian karena lemahnya daya beli atau usaha kecil menengah yang terpaksa gulung tikar, ada angin segar  yang berhembus dari program Dapur Umum Ramadhan (DUR) yang digagas Sekolah Relawan. 

Konsep utama program DUR adalah pemberdayaan masyarakat terdampak Covid-19, dan menggerakkan partisipasi masyarakat. Nah poin pertama ini lah yang dimaksud angin segar itu. 

Bagaimana Ceritanya? 

Jauh sebelum program ini digagas, kami banyak menerima laporan masyarakat yang terdampak Corona terpaksa dirumahkan, ada yang di PHK, ada yang usahanya harus berhenti. Kementerian Tenaga Kerja dan BPJS Ketenagakerjaan mencatat lebih dari dua juta orang kehilangan pekerjaan. 

Dalam situasi seperti ini, kami menangkap keresahan masyarakat dan kemudian mengemasnya dalam sebuah program yang menguatkan sesama manusia. 

Dapur Umum Ramadhan (DUR) dirumuskan untuk bisa memberi solusi atas permasalahan besar negeri ini, meski hanya sebagian kecil, namun tetap punya peran mengurangi jumlah pengangguran.

Tak sekaligus banyak yang bisa kami cakup. Ya, 200 orang jadi target kami, memang masih jauh dari angka dua juta orang. Tetapi setidaknya tetap memberi kontribusi.

Apa Manfaatnya?

Dapur Umum Ramadhan (DUR) yang diinisiasi Sekolah Relawan, bukan sekadar bisa memberi makanan kepada kaum pra sejahtera dan dhuafa di area sekitar lokasi DUR, tetapi juga memberi 'pekerjaan' baru bagi pelaksananya. Sebuah sinergi kemanusiaan yang membangun kekuatan ekonomi masyarakat yang sedang lemah. Seperti para tukang masak yang diperbantukan di Dapur Umum, mendapatkan sedikit upah dari jerih payahnya memasak, minimal seribu dua ribu per porsi bisa cukup membuat mereka bertahan. Jika ia bekerja untuk 50 porsi sehari, ada sejumlah rupiah per hari yang didapat. Lumayan...

Bagaimana jika satu hari 100 porsi atau lebih, berarti lebih banyak yang bisa didapat, atau lebih banyak tenaga yang bisa diberdayakan.

Sejauh Mana DUR Berkembang?

Saat ini memang baru 15 Dapur Umum Ramadhan yang beroperasi, jika diasumsikan masing-masing  memberdayakan 2 orang, maka baru 30 orang terberdayakan.

Target kami, bisa mengoperasikan minimal 100 DUR selama Ramadhan, sehingga akan ada 200 tenaga yang diberdayakan. Akan ada 200 keluarga yang terbantu, akan ada sedikitnya 800 anggota keluarga yang tersenyum (asumsi 1 keluarga = 4 orang). 

Setidaknya, si tukang masak yang kita berdayakan tidak pusing mencari makan untuk ia dan anak-anaknya, karena setiap hari bisa terpenuhi dari keberadaan Dapur Umum tempatnya 'bekerja'. 

Sebagai contoh, Dapur Umum di Tambun, Bekasi, dijalankan seorang istri yang kehilangan pekerjaan sedangkan suaminya ojek online yang ordernya berkurang selama pandemik. 

Atau dapur di Tangerang, yang menjalankan seorang ibu rumah tanggĂ  yang usaha kulinernya sempat terganggu dampak Corona.

Memang, tidak semua Dapur yang beroperasi saat ini menggunakan tenaga seperti yang disebutkan di atas, sebagian dapur justru menggunakan tenaga relawan dan mereka bekerja secara sukarela. 

Nah, tugas besar kami, tim Sekolah Relawan saat ini adalah memperbanyak jumlah lokasi Dapur Umum Ramadhan sehingga bisa lebih banyak yang terberdayakan. Tak berhenti sampai masa ramadhan saja, kami tentu berharap akan berkelanjutan sampai wabah Pandemi ini selesai.

Apakah Akan Berlanjut Setelah Ramadhan?

Tentu kami ingin terus bermanfaat bagi saudara-saudara kita, mungkin dengan nama Dapur Sosial selama masa wabah Covid-19 masih berlangsung. Atau Anda punya solusi lain untuk pemberdayaan masyarakat terdampak Covid-19 ini?

Tentu saja kami tidak bisa sendirian menyelesaikan tugas besar ini, kami membutuhkan sinergi dan dukungan dari orang-orang baik Indonesia, yang masih diberi kecukupan untuk bersama menciptakan solusi bagi negeri. 

Indonesia bisa karena rakyat negeri ini hebat. Itu sudah digariskan. Dan mari kita buktikan sekali lagi.