Hari Pendidikan Nasional dan Nasib Pilu Guru Honorer

sekolahrelawan.com (2/5/2020)- Hari pendidikan nasional diperingati masyarakat Indonesia setiap tanggal 2 Mei, sebagai pengingat atas jasa-jasa mulia dari tokoh dan Pahlawan Nasional yaitu Ki Hadjar Dewantara yang merupakan pelopor kebangkitan pendidikan di Indonesia, dan hari peringatan ini pun sebagai wujud penghargaan bagi guru-guru di Indonesia.

Tetapi kini pemaknaan Hari Pendidikan Nasional justru terasa kurang melekat pada potret kehidupan guru-guru kita. Sebab banyak guru-guru honorer yang kini terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang merupakan imbas dari pandemi Covid-19 saat ini.

Dilansir dari Kompas.com, sebanyak 162.416 pekerja di Jakarta yang terdata sebagai guru honorer dan SPGĀ  dirumahkan tanpa diberi upah.

MenurutĀ Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah, para pekerja tersebut ialah Sales Promotion Girl (SPG) di pusat pembelanjaan, pekerja konstruksi, guru honorer di sekolah swasta hingga guru di madrasah.

Terlebih lagi banyak guru honorer yang terkena PHK tersebut, tidak memiliki pekerjaan lain, seperti nasib 10 guru honorer di Kecamatan Bojong, Pekalongan yang tak memiliki penghasilan sama sekali untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini seharusnya tak dialami oleh siapa pun, terlebih lagi untuk para guru yang menjadi pendidik untuk generasi bangsa. Ilmu yang mereka berikan untuk para muridnya seharusnya tetap dihargai meski di tengah kondisi pandemi.

oleh:Novi