Konten Berita

120 Tahun Bukan Halangan untuk Mandiri

Menjelang Ramadhan akan ada kebiasan-kebiasan yang sedikit berubah, namun bukan hanya kebiasaan sehari-hari, terlebih lagi dengan harga  sembako juga ikut  berubah, berubah harga. Ya, semua ini tidak bisa di pungkiri bahwa setiap tahun pasti terjadi.

Sembako yang tadinya normal kini sepanjang bulan Ramadhan harganya akan melejit. Untuk orang-orang berada saja sepertinya berat hati mendengar kenaikan sembako. apalagi untuk orang-orang yang kurang mampu. Tapi tidak ada pilihan, mereka akan dengan terpaksa membeli karena itu semua adalah kebutuhan.

Mereka tidak akan bisa merasakan lezat nya sahur pertama dengan beraneka macam menu bersama keluarga. dengan tempe goreng dan tumis kangkung pun bagi mereka sudah sangat nikmat.

Sekolah Relawan (SR) dengan program Kado Sambut Ramadhan (KSR), salah satu pemecah masalah keluarga kurang beruntung ini bisa menyambut bulan suci Ramadhan dengan menikmati lauk yang mereka tidak pernah mereka rasakan .

Sepaket sembako untuk setiap warga yang kurang mampu, dan banyak penerima manfaat yang rumahnya sudah kedatangan tim KSR pada Rabu (9/5/2018), Salah satunya Ameroh, lansia berumur 120 tahun dan keluarganya yang biasa di panggil Mak Uwok. Tinggal di Kecamatan Sawangan, Kelurahan Pengasinan Depok Jawa Barat.

Tinggal dengan 5 anggota keluarga termasuk cucu dan cicit nya karena emak sudah ditinggal lebih dahulu oleh suami tercinta kehadapan Illahi. Pendengarannya kini mulai berkurang  karena faktor usia. emak juga tidak lagi bisa berjalan karena kecelakaan yang menimpanya 4 tahun lalu.

"beberapa tahun lalu masih normal masih bisa jalan, tapi karena kecelakaan sekarang sudah tidak bisa lagi, orang yang nabrak langsung kabur jadi kita tidak bisa apa-apa. Kata dokter ada tulang yang kegeser. Kalau badannya mah, sehat," ujar cucunya.

Walaupun begitu emak Uwok bukanlah orang yang selalu tergantung pada orang lain. Emak adalah orang yang sangat mandiri. Dengan umur yang sudah melebihi umur rata-rata orang tua lain, dia masih tetap sigap membersihkan dirinya sendiri terlebih lagi untuk ibadahnya.

"kalau mau kekamar mandi ngesot dia sendiri tidak mau dibantu, kalau dipakein pampers dia tidak mau dan dibuang. Namanya orang jaman dulu mungkin tidak biasa dengan yang seperti itu. Dan alhamdulillah nya emak tidak pernah nyusahin kita. Mau mandi mau buar air juga sendiri," katanya.

Lanjutnya untuk makan saja emak tidak seperti lansia-lansia kebanyakan yang tidak lagi bisa makan dengan nikmat, tak jarang lansia lain makan hanya se nafsunya saja. Ini tidak berlaku bagi emak, makan seberapa pun porsi yang diberikan cucunya akan dia habiskan.

"makan juga emak tidak susah, dikasih banyak ya abis, sedikit juga abis,"ungkapnya.

Perawakannya yang kecil kurus tak seimbang dengan keingintahuannya yang sangat besar, ketika tim KSR datang dia sempat menanyakan ada keprluan apa. Dengan suara tua nya yang khas, setelah dijelaskan dia sempatkan mengucap syukur dan berterimakasi. Juga celetukannya yang membuat tim  tertawa ketika emak akan diambil fotonya oleh tim KSR

"terimakasih, jangan difoto-foto jelek,"ujar emak dengan guyonnya.

"sering-sering main kesini, sepi kalau anak-anak sekolah,"sambung emak penuh harap.

  • Bagikan Artikel