Konten Berita

Bantuan Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala Terus Diupayakan

SRUpdate, Palu Bangkit, Sulawesi Tengah (10/10) - Penyaluran bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa masih terus disalurkan. Banyaknya akses jalan yang terputus dan adanya beberapa insiden penjarahan oleh oknum tak pertanggung jawab membuat distribusi bantuan di awal penanganan bencana belum bisa dilakukan secara massif. 

Kondisi persebaran para pengungsi di wilayah Palu dan Donggala sendiri tersebar di beberapa titik, masyarakat kebanyakan tidak mengungsi secara komunal, hal ini menyebabkan sulitnya menghimpun data dan kebutuhan masyarakat terdampak.

Berbagai bantuan kemanusiaan seperti sembako, Pampers, pakaian, tenda dan terpal sudah disalurkan langsung. Selain mengupayakan bantuan logistik, Tim Sekolah Relawan dan relawan gempa gabungan pun mengupayakan bantuan medis dan trauma healing bagi para pengungsi. 

"Kemarin waktu bantuan belum masuk...kami sempat kelaparan, anak-anak butuh susu kami kasih air gula. Semuanya habis...kami lari kesini hanya modal baju saja.." Ungkap Sutini, salah seorang pengungsi di Desa Pombawe, Kecamatan Sigi Biromaru.  Sutini adalah warga Jono Oge, sebuah desa yang ditenggelamkan lumpur saat gempa. 

Masyarakat Jono Oge yang selamat akhirnya memilih mengungsi ke rumah-rumah keluarga atau kerabat mereka.   

Saat Tim Sekolah Relawan mendatangi para penyinyas, kebanyakan mereka harus bertahan didalam satu tenda dengan saling berdesakan. 

"Satu tenda itu kita ada 27 orang..semuanya masuk disitu karena tidak ada tenda lagi" ungkap Suprihatin, salah satu pengungsi Jono Oge yang kini tinggal di Pombawe.

Saat gempa menerjang, Suprihatin dan keluarganya sedang bersiap untuk melakukan solat berjemaah, goncanangan dahsyat tiba-tiba terjadi, ia segera berlari menyelamatkan diri. Rumah mereka hancur seketika, tanah terbelah dan amblas. Bersama warga lainnya mereka berjalan kaki hingga ke Pombawe. 

"Tidak terasa rasanya sakit berjalan kaki sejauh itu...yang penting kita semua harus selamat. Harta boleh hilang semua yang penting keluarga tetap utuh" kisahnya sambil memeluk anak tercinta.

Entah berapa puluh kilometer jarak antara Jono Oge dan Pombawe, yang jelas langkah untuk menyelamatkan diri membuat mereka membuang jauh-jauh rasa lelah dan cape. 

Bantuan kemanusiaan yang kita berikan untuk masyarakat mungkin akan habis, namun percayalah bahwa manfaatnya akan mampu bertahan dan terasa secara nyata. 

"Terimakasih untuk semua sahabat yang turut bergerak untuk berbagi. Kami akan mengupayakan yang terbaik untuk menyampaikan amanah ini pada mereka yang membutuhkan." Ungkap Haryagung Arya, Komandan Tim Relawan.

Penyaluran bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa masih akan terus dilakukan, semoga semakin banyak yang tergerak untuk berbagi agar wilayah persebaran manfaat bisa semakin meluas dan para penerima manfaat semakin banyak.

Mari satukan kekuatan dan ambil peran. Jangan Nn biarkan Donggala dan Palu berjalan sendirian, ayo alirkan kepedulian untuk mereka yang sedang ditimpa ujian.

Sahabat, kami mengetuk hatimu untuk terus membantu saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah, Salurkan kepedulianmu dengan klik kitabisa.com/bergerakbantusulteng
Atau transfer melalui :
Bank Mandiri 1730020304052
Bank BCA 8691352111
An Sekolah Relawan
.
*tambahkan angka 209 pada akhir donasi Anda dan lakukan Konfirmasi donasi ke: 📱085218553006 ☎ 02177805706


  • Bagikan Artikel