Konten Berita

Bu Aflangi Relakan Tendanya jadi Sekolah Darurat

SRUpdate, SulTeng Bangkit, Sulawesi Tengah(20/11) - Pagi itu Bu Aflangi masih mengenakan daster panjang bergaris merah saat Tim Sekolah Relawan mendatangi tendanya yang kini disulap menjadi sekolah darurat SDN 4 Bamba. Anak-anak menuntun kami ke sebuah tenda yang mereka sebut sekolah. Bukan tenda darurat seperti umumnya, tapi tenda pribadi milik guru mereka. 

"Anak-anak harusnya belajar di sekolah darurat bambu, tapi belum selesai. Jadi untuk sementara mereka belajar di tenda saya dulu. Yang penting mereka semangat belajar, saya akalin biar mereka muat semua disini" Ungkap perempuan beranak 5 ini. 

Spanduk bertuliskan SDN 4 Bamba tertempel di depan tenda kayunya yang ditambal terpal. Tak peduli seperti apa tempat mereka belajar, tenda sekolah darurat memberikan kehangatan dan memantik semangat mereka untuk tetap dekat dengan asa dan cita. 

Bu Aflangi juga adalah korban, ia juga kehilangan rumah dan harta benda, namun hal itu tak membuat kehilangan rasa tanggung jawab sebagai seorang abdi bangsa.

Mengajar dengan hanya menggunakan sandal jepit dan daster terkadang harus dilakoni, karna semua baju dan sepatu ikut hanyut terbawa tsunami. 

"Semua baju dinas hanyut, sepatu juga. Jadi kami mengajar dengan pakaian alakadarnya. Buku paket anak-anak juga hanyut semua itu yang membuat kami kesulitan juga" tambahnya. 

Tak hanya Bu Aflangi, Bu Yunir juga menjadi salah satu guru yang mengungsi. Rumah dan harta bendanya ludes ditelan tsunami,  bersama Bu Aflangi dan guru lainnya, mereka tetap saling menguatkan dan bekerja sama untuk tetap memajukan pendidikan pasca gempa. 

"Meskipun kita jadi korban dan kehilangan harta benda, tapi kita tidak boleh berhenti belajar dan mendampingi anak-anak. Pendidikan itu masa depan buat mereka, harus tetap berjalan meski banyak halangan. Anak-anak adalah semangat saya untuk tetap berjuang" Ungkap Bu Yunir. 

Tak hanya Bu Aflangi atau Bu Yunir saja, ada ratusan bahka  ribuan guru lainnya yang juga tetap menyalakan api semangat untuk tetap memperjuangkan pendidikan terbaik bagi anak didiknya.


  • Bagikan Artikel