Konten Berita

Pemuda Lokal Bergerak Jadi Relawan Gempa Lombok

SRUpdate, Kabar Bencana, Lombok (8/9)-  Bencana yang melanda Lombok telah memanggil para relawan dari berbagai penjuru nusantara datang ke lokasi bencana. Ada yang membantu proses evakuasi, membantu proses pelayanan medis, membantu menyalurkan logistik, memasak di dapur umum, dan melakukan aksi-aksi kerelawanan lain sesuai dengan kemampuan dan skillnya masing-masing,

Ditengah para relawan yang umumnya mengenakan seragam atau kaos yang mewakili identitas lembaga atau komunitasnya, ada beberapa orang relawan muda yang sama sekali tak mengenakan atribut apapun. Mereka mengenakan pakaian biasa sambil melakukan aksi luar biasa.

Para pemuda itu adalah relawan, relawan lokal yang berusaha bangkit dan bergerak untuk kampung halamannya sendiri. Merekalah para pemuda Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Meskipun bencana gempa telah meluluh lantahkan kampung halaman mereka, tapi mereka tak mau berputus asa dan berpangku tangan meratapi duka. Mereka memilih untuk bangkit, menolak berlarut dalam keterpurukan. Rumah mereka memang sudah hancur, tapi semangat mereka tetap dijaga agar tidak kabur.

Musibah bukanlah alasan bagi mereka untuk mengharap belas kasihan. Sesaat setelah bencana terjadi, mereka segera bergotong-royong membereskan puing reruntuhan dan memberikan pertolongan bagi warga lain yang terluka. Di pos pengungsian pun mereka tak ragu untuk memasak di dapur umum, saling bahu satu sama lain, menyalakan semangat kerelewanan di tengah ujian yang menimpa kehidupan,

“Bangsa ini tak pernah kekurangan pemuda-pemuda hebat. Mereka yang  bukan generasi pengeluh, melainkan generasi pemberi solusi! Salit guys!” Ungkap Bayu Gawtama mengungkapkan kekagumannya bagi para relawan lokal Desa Santong.

Nah, berkaca pada semangat pemuda Santong yang tetap mau ambil peran di tengah ujian, kita sepatutnya jadi termotivasi dan tergerak untuk mau merintis upaya dan kepedulian, meski caranya tak harus sama. Yuk kita mulai bangun langkah positif yang nyata untuk sekitar kita, jangan berjalan sendirian, kita mulai bersama  melalui sinergitas yang mampu menerobos batas


  • Bagikan Artikel