Konten Berita

Jadikan Ramadhan Sebagai Bulan Pembebasan

SRUpdate, RamadhanSenyumin Langit, Depok (5/14)- Ramadhan akan segera tiba, harum keberkahannya sudah tercium di ujung hidung, rentetan iklan sirup, kue kaleng hingga sarung menjadi penanda bahwa bedug Ramadhan akan segera ditabuh. Berbagai iklan program sinetron religi hingga tayangan pengantar sahur pun mulai bergentayangan di layar kaca. Grup-grup WhatsApp teman masa sekolah dan kuliah dulu mendadak ramai dengan ucapan mohon maaf dan  topik ajakan berbuka bersama.

Gairah menyambut Ramadhan menjadi energi positif yang mewarnai hidup kita, moment Ramadhan yang penuh dengan kehangatan keluarga menjadi hal yang sangat didambakan. Ramadhan bukan saja menjadi sebuah ladang menanam amal bulan pertarungan yang selalu dinanti, Ramadhan juga menjadi bulan pembebasan, membebaskan dari diri belenggu nafsu, membebaskan diri belenggu malas, membebaskan diri dari keringnya spiritulaitas iman dan membebaskan diri dari segala ambisi-ambisi duniawi yang kian hari kian mendominasi.

Beruntungnya kita yang dapat mempersiapkan diri untuk bisa menyambut dan melewati Ramadhan dengan berbagai amalan dan ibadah yang berkah. Nyatanya, diluar sana banyak saudara-saudara kita yang bahkan masih “merindukan kebebasan” di bulan Raamadhan. Bukan hanya bebas dari belenggu nafsu duniawi, tapi juga bebas dari belenggu bunga beracun yang menjerat karena adanya sistem riba.

Meminjam uang pada rentenir, siapa yang juga yang mau? Semua itu dilakukan awalnya karena keterdesakan dan keterpaksaan keadaan. Hari berganti hari, bunga yang tumbuh dari pinjaman rentenir bersistem riba semakin subur. Pak Dayat adalah salah satu dari orang yang masih saja bergelut dengan serangan sistem riba rentenir.

Awalnya , pak Dayat terpaksa meminjam uang pada rentenir untuk menutupi kerugian akibat sebuah kasus penipuan yang menimpanya, namun tanpa diduga hal tersebut telah mengubah hidupnya, menyeretnya kedalam sebuah penjara hutang yang ganas dan tak berkesudahan,  ia sekeluarga dijajah oleh sistem riba.

Istri menderita kanker payudara sementara anaknya menderita penyakit kelenjar getah bening, kondisi pak Dayat pun sempat drop selama beberapa waktu, hal ini menyebabkan ia tidak mampu mencari nafkah untuk mengangsur hutang-hutangnya yang segunung.

Kini, pak Dayat harus mengontrak dirumahnya sendiri, akibat tidak mampu menyicil hutangnya, sang rentenir pun melakukan penyitaan terhadap asset pak Dayat dan keluarganya, yaitu rumah.

Ramadhan kali ini, Pak Dayat dan keluarganya bermimpi untuk bisa melewati Ramadhan dan berlebaran dirumah sendiri, pak Dayat dan keluarganya ingin bebas dari jerat rentenir.

Melalui program Sedekah Lawan Rentenir, pada Ramadhan kali ini Sekolah Relawan ingin mengajak semua elemen masyarakat yang peduli untuk berpatungan bersama membantu membebaskan pak Dayat bersama keluarganya dari jeratan sistem Riba.

Salurkan bantuan dan kepedulian anda untuk Pak Dayat dan saudara kita yang bernasib sama sepertinya Jadikan Ramadhan sebagai bulan “pembebasan”.



  • Bagikan Artikel