Konten Berita

Kami Masih Bersama Palu, Sigi, Donggala

SRUpdate, SulTeng Bangkit, Sulawesi Tengah (28/11) - Sore itu, surya hampir tenggelam, di pantai Talise Donggala. 28 September 2018, di Sulawesi Tengah....

Nyanyian yang selalu kami dengar disetiap sudut pengungsian, semua anak-anak Palu hafal lagu itu. Lagu yang merekam dasyatnya bencana tsunami yang meluluhlantahkan kampung halaman mereka.

Tak ada raut sedih atau trauma saat mereka menyanyikan lagu bersama, rasa takjub kami simpan dalam diam melihat anak-anak korban bencana yang mampu berbesar hati dan memelihara asa di tengah ujian yang mendera.

Kami masih bersama Palu, Sigi dan Donggala. 2 bulan pasca bencana kami masih berjuang membersamai masyarajat Palu, Sigi dan Donggala. Program recovery pendidikan, recovery ekonomi nelayan, women empowerment dan recovery pedagang kecil jadi fokus pergerakan yang kami rintis bersama.

Dibeberapa titik terdampak, masih ada anak-anak yang belum tersentuh bantuan tas sekolah dan seragam. Di titik lainnya ada banyak perempuan dan kaum ibu yang kehilangan akses ekonomi, kehilangan suami dan harta jadi tulang punggung seorang sendiri. 

Bagaimana mungkin kita bisa tinggal diam? Bagaimana mungkin kita bisa santai? 

Ratusan nelayan kehilangan perahu, kehilangan rumah, kehilangan kehidupan. Tapi ribuan orang baik diluar sana juga tak pernah berhenti bergerak untuk membersamai meski jarak membentang memisahkan. 

Pembanguan sekolah mulai dilakukan, langkanya semen dan melambungnya bahan bangunan adalah bagian dari ujian sekaligus tantangan. 

Perahu-perahu nelayan masih dikerjakan oleh tangan-tangan pada pengrajin lokal diperkuat doa-doa lantang para nelayan dan relawan.

Para pedagang kecil mulai berjualan dan merintis ikhtiar menuju kemandirian. 

Anak-anak tetap memacu semangat belajar meksipun harus menahan panasnya udara di dalam tenda darurat. 

Kami menjadi saksi, jatuh bangun itu, tangis tawa itu, luka mekar itu, sakit bangkit itu,

Kami masih disini, berjuang bersama mereka. 

Kamu juga bisa hadir disini, beraksi dan berkontribusi. Tak perlu selalu dengan ragamu, lakukan dengan jalan kebaikan yang kamu yakini dan mampu.


  • Bagikan Artikel