Konten Berita

Keren Suami Istri Ini Abdikan Diri Sebagai Relawan di Lokasi Bencana

SRupdate, Kabar Bencana, Lombok (8/9)- Bencana gempa yang menimpa Lombok Utara pada Minggu malam 5 Agustus 2018 lalu tak hanya berhasil memanggil para relawan muda untuk bergerak dan bersolidaritas membantu Lombok.  Data terbaru hingga 8 Agustus kemarin, dilaporkan sebanyak 381 orang meninggal dunia, 1.033 orang luka-luka dan 270.168 orang mengungsi.

Tak ada kata terlalu cepat atau terlalu lambat untuk memulai sebuah aksi kerelewanan. Siapapun bisa menjadi relawan, kebaikan tak mengenal usia,ia selalu menyala di jiwa-jiwa mereka yang mau berupaya.

Di dalam barisan kebaikan relawan gempa, ada sosok yang berbeda, sepasang kekasih yang sudah tak lagi muda ikut berjuang dan bergerak bersama para relawan di lokasi gempa. Mereka adalh Bapak Thamrin dan Ibu Hadriana, sepasang pasangan suami istri yang memilih untuk terjun langsung ke lokasi gempa untuk membersamai para penyintas di lokasi pengungsian.

Pak Thamrin dan Ibu Hadriana adalah tenaga terapis berpengalaman, keduanya rela meninggalkan aktivitasnya demi membantu saudara-saudara kita di Lombok Utara. Bersama Tim SDR Sekolah Relawan, keduanya sudah berada di pos pengungsi Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara sejak 6 Agustus lalu.


Setibanya di pos pengungsian, keduanya segera bersinergi bersama relawan lain untuk melakukan evakuasi korban , memberikan penanganan medis dan terapi untuk para penyintas. Beberapa terapi yang dilakukan adalah terapi tradisional seperti: Bekam, Akupuntur dan Pengobatan Herbal. Tak hanya itu, keduanya juga tak ragu untuk ikut membantu proses memasak di dapur umum dan handal dalam melakukan pendataan serta mengolah data.


Kekompakan keduanya memberikan inspirasi bagi Muhammad Ardiansyah, salah seorang Relawan SDR Sekolah Relawan yang juga turut bekerjasama di lapangan dengannya.

“Sosok Pak Thamrin dan Ibu Hadriana membuat saya terkesan. Sepasang kekasih ini bersama menebar kebermanfaatan untuk para penyintas. Keduanya rela meninggalkan rutinitas demi membantu saudara-saudaranya” Ungkap Relawan yang sudah berada di Lombok sejak 29 Juli, pasca gempa Lombok Timur ini.

Pria yang akrab dipanggil idung ini sangat terkesan oleh semangat keduanya, umur mereka memang tak lagi muda namun keduanya memiliki energi kebaikan yang luar biasa. Di lokasi pengungsian, para korban begitu jelas merasakan kebermanfaatan berkat keramahan dan pelayanan kesehatan yang diberikan keduanya.

“ Bukan hanya para penyintas yang merasakan kebermanfaatan dari kehadiran mereka, kami pun para relawan merasakan manfaat dari teladan sikap keduanya, setiap kali adzan berkumandang, langkah kaki keduanya begitu ringan dan rutin berada digaris depan” Tambah Idung

Mari serap energi baik dan semangat positif dari kiprah sepasang kekasi ini, kita lakuakn apa yang bisa kita lakukan, kita bergerak beriringan sesuai dengan peran dan kemampuan. Keringkan air mata, sembuhkan luka, ciptakan bahagia bersama.


Ambil peranmu, lakukan yang terbaik!


  • Bagikan Artikel