Konten Berita

Kesaksian Nenek Atika dan Cucunya saat Puting Beliung terjadi

SRUpdate, Bogor, Jawa Barat (6/11), Kamis sore 6 Desember 2018, Nenek Atika sedang berbenah di rumahnya di Cipaku, Batu Tulis, Bogor.  sore itu angin kencang bertiup disertai hujan, listrik pun mati sehingga cucu Nenek Atika, Dama (11) memutuskan membeli lilin. 

Tiba-tiba, angin bertiup semakin kencang, Dama yang saat itu sedang berada diluar rumah merasa sangat ketakutan. Ia melihat pusaran angin berputar sangat kencang, atap rumah pun berterbangan.

Dama segera berlari ke dalam rumahnya, tangisnya tak terbendung, ia takut kehilangan emak, panggilan sang nenek tercinta.

Tak hanya Dama yang merasa takut, Nenek Atika juga merasa kaget bercampur takut. Genteng rumah bertebangan, seketika dirasakannya angin kencang menyembur ke dalam rumah. 

Angin puting beliung sore itu merusak sebagain besar rumah di kawasan pemukiman Batu Tulis dan sekitarnya. 

Nenek Atika dan Dama ditemui Tim SDR Sekolah Relawan di Masjid Nurul Hidayat saat sedang berlindung dan mengungsi pasca puting beliung menerjang. 

Tak hanya merusak rumah, angin puting beliung juga menyebabkan beberapa pohon tumbang. Seorang pengemudi mobil Avanza atas nama Enni bahkan meninggal dunia di tempat akibat tertimpa pohon tumbang. 

Hingga saat ini tim masih terus melakukan pendataan terhadap penyintas dan bersinergi membersihkan puing bangunan dan pohon yang tumbang. 

Kebutuhan darurat yang urgent dibutuhkan para penyintas saat ini meliputi: tenda gulung, kasur, tikar, family kit, kids Wade, food ware dan makanan siap saji. 

Angin puting beliung memang telah menerbangkan atap bangunan dan pemukiman warga, maka saatnya kita untuk ikut menerbangkan cinta dan kepedulian bagi mereka yang menjadi korban. 

Bersama Sekolah Relawan, Ayo satuan kekuatan dan ambil peran, jadikan dirimu berarti dengan berbagi!


  • Bagikan Artikel