Konten Berita

Meja dan Kursi untuk Mak Piah

SRNews, Bogor (4/16)- Kulit keriput tidak menjadi penghalang untuk terus berusaha mencari nafkah halal. Meski begitu wajahnya selalu sumringah ketika ada orang-orang yang menghampiri warung kecil satu-satunya ladang mencari rejeki.

Wanita 87 tahun ini sering di panggil Mak Piah, saat ini dia sedang berusaha sendiri untuk bisa menghidupi dirinya. Dia mencari nafkah dengan berjualan Karedok dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 03.00 sore. Tapi dia tetap terlihat gagah melayani pembelinya.

Di usia senjanya, dia hanya tinggal seorang diri di jembatan Pari Kelurahan Cijujung, Kecamatan Sukaraja kabupaten Bogor. Suami tercintanya sudah lebih dulu meninggalkan dia untuk selama-lamanya. Sedangkan anak-anaknya sudah bekluarga dan hidup bersama kluarganya masing-masing. Dia tidak mau berpangku tangan dengan mengandalkan anak-anaknya selagi dia masih bisa berusaha sendiri.

Warung tempat dia mencari nafkah terlihat meja dan kursi yang sebenarnya sudah reyot. Sering dalam hatinya memikirkan bagaimana caranya dia bisa mengganti bangku dan meja nya. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena menurutnya mendapatkan makan hari ini dan modal untuk esok hari saja dia sudah bersyukur.

Beruntungnya  Sekolah Relawan (SR) memberikan bantuan lewat program Pendampingan Usaha Naik Pangkat pada Mak Piah. Tim  sempat mendatanginya menanyakan keadaan dan keperluan yang dia butuhkan. Disaat itu juga Mak Piah  menceritakan tentang keinginan nya memiliki meja dan kursi baru untuk warungnya.

“meja emak buat jualan udah lama dan udah jelek, kalau dipake buat ngulek udah goyang-goyang,” ujarnya sambil memperlihatkan meja dan kursi yang memang sudah jelek kepada tim SR

Tim Naik Pangkat dari SR bergerak cepat untuk membantu mak Piah, tim ingin mak Piah bisa lebih bersemangat lagi untuk mencari rejeki. Dan tidak sampai berminggu-minggu tim sudah kembali lagi ke warung mak Piah dengan membawa kursi dan meja impiannya.

"Allhamdulillah rejeki mah dari mana aja ya, si adek yang kemarin kesini datang lagi bawa meja sama bangku. Aduh, emak bingung harus gimana, suka kepikiran bentar lagi mau puasa tapi buat beli meja baru aja gak kebeli dari dulu pengen punya meja haru,” ucapnya penuh haru, tak lupa dia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Sekolah relawan untuk semua bantuan yang dia terima.

 

  • Bagikan Artikel