Konten Berita

Mushola Bambu Berikan Lombok Semangat Baru

SRUpdate, Lombok Bangkit (13/9)- Saat bangunan tembok runtuh akibat gempa, bangunan bambu dan kayu justru masih bisa bertahan dari goncangan yang melanda Lombok. Pasca masa tanggap darurat bencana yang berakhir pada 25 Agustus lalu, Tim Sekolah Relawan tetap bertahan untuk membersamai masyarakat Lombok dalam masa pemulihan.

Salah satu ikhtiar yang dilakukan oleh relawan bersama masyarakat adalah upaya pembangunan masjid dan mushola bambu. Kenapa masjid dan mushola? Masjid dan mushola merupakan ruang publik yang tak hanya bermanfaat sebagai tempat ibadah, tapi juga ruang belajar dan sarana berkumpul bersama. 

"Kami rindu sholat berjemaah. Mushola kami hancur pasca gempa. Anak-anak belum bisa mengaji bersama lagi" seperti itu kelurahan masyarakat Dusun Nangka Lombok, Desa Gumantar saat Tim Sekolah Relawan datang menemui ke lokasi penyintas. 

Kerinduan terhadap ruang ibadah dan ruang belajar pun tumbuh menjadi energi positif, dengan didampingi oleh Tim Recovery Sekolah Relawan, masyarakat Gumantar bergotong-royong membangun kembali mushola dari bambu. Kenapa harus bambu? 

Selain ingin mencoba kembali pada identitas lokal masyarakat Sasak, pemilihan bambu sebagai bahan material utama juga dipilih karena sifatnya yang ramah lingkungan dan tahan gempa. Selain itu bambu juga banyak tumbuh di sekitar kawasan Kecamatan Kayangan.

"Bambu itu material yang ramah lingkungan dan bernilai. Bencana gempa menjadi pelajaran sekaligus membuka kesadaran masyarakat untuk memilih hunian yang aman dan ramah lingkungan. Kami mencoba membersamai masyarakat dalam proses pembuatannya, agar mereka paham dan mampu mandiri" Ungkap Luthfi Kurnia, komandan  Tim Recovery Sekolah Relawan.

Dalam proses pembuatan mushola bambu ini, partisipasi masyarakat sangatlah penting. Masyarakat dilibatkan dalam segala prosesnya, dari tahap awal perencanaan, hingga kini tahap pembangunan sedang dilaksanakan. Hal ini adalah cara untuk bersama menggandeng masyarakat agar mampu berdaya dan bangkit pasca gempa. 

"Kita tak mau sekedar melempar bantuan. Masyarakatlah yang bisa membantu dirinya sendiri. Kami (Relawan) hanya bertugas mendampingi dan membersamai dalam proses recovery, termasuk dalam proses pembangunan musola bambu ini, masyarakatlah yang punya peran penting" Ungkap pria yang akrab disapa Kang Uut ini.

Saat ini pembangunan musola bambu sudah memasuki tahap pemasangan atap dan dinding, sejak awal masyarakat dan relawan bahu-membahu mewujudkan mushola impian mereka bersama, mushola bambu yang mampu memberikan semangat dan energi baru.

"Kita bersyukur bisa memulai membangun kembali rumah dan mushola dengan bambu. Semoga kami bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan beribadah dengan warga"    Faidzin, salah seorang warga mengungkap rasa bahagianya di tengah proses ikhtiar bersama. 

Pada masa recovery pasca gempa, Tim Sekolah Relawan akan membantu masyarakat untuk membangun kembali mushola dan masjid mereka dengan bambu. Namun, Sekolah Relawan tidak bisa sendirian, perlu ada sinergi dan kolaborasi aksi bersama, agar lebih banyak masyarakat yang mampu merasakan manfaat dan lebih banyak mushola dan masjid yang Bisa kembali berdiri. 

Masyarakat Lombok masih membutuhkan kita semua untuk kembali berdaya dan bangkit pasca gempa. Ayo ambil peran dan jadi bagian dari barisan kebaikan.

  • Bagikan Artikel