Konten Berita

Naila Syamsi Relawan Cilik Yang Dampingi Teman Yatim Dhuafa Belanja

SRUpdate, Ramadhan Senyumin Langit, Bekasi (10/6)-  Minggu pagi 10 Juni 2018 adalah  hari bahagia bagi ribuan anak yatim dan dhuafa yang tersebar di 30 kota di Indonesia.Mereka akan berbelanja keperluan menjelang lebaran di pisat perbela jaan dengan ditemani oleh para kakak relawan. Aura bahagia yang terpancar dari wajah adik-adik peserta BBYD pun menularkan energy positif bagi para relawan yang mendapingi.

Naila Syamsi Fajriah, merupakan salah satu pendamping Belanja Bareng Yatim Dhuafa (BBYD), uniknya Ia baru berusia 9 tahun dan merupakan pendamping BBYD termuda. Usia memang bukan halangan untuk belajar berbuat baik. Ia memiliki semangat yang luar biasa saat menemani salah satu adik penerima manfaat BBYD.

"Aku suka aja berbagi, apalagi sama anak yatim. Kita kan gak tau kapan kita meninggal, Wallahu A'lam, terus anak yatim juga kasihan", ucapnya tenang saat ditemui Sekolah Relawan (SR) di Pasar Proyek Bekasi (10/5/18).

Naila tidak sendirian, ia datang bersama ibunda tercintanya. Wajah polosnya penuh ikhlas saat diminta bunda nya ikut jadi pendamping anak yatim belanja.

"Awalnya bunda liat infonya di facebook, terus bunda cari tau tanggal berapa yang ada di Bekasi, dari situ bunda daftar untuk jadi pendamping dan bunda ajak aku", katanya.

Saat anak seusianya terkadang  sibuk merengek ingin beli baju lebaran, tapi Naila menunjukan kedewasaannya dengan belajar menjadi pendamping  dan teman bagi anak-anak yatim belanja saja.

Selidik punya selidik, ternyata sejak kelas 1 SD Naila sudah belajar menempa diri dan mengasah mental, ia seringkali mendapatkan bullyan dari teman-temannya, namun justru hal itulah yang membentuknya menjadi pribadi yang tangguh dan bijak dalam usia sebelia ini.

Tak heran jika ia begitu telaten dan sabar mendampingi teman yatimnya, apalagi yang dia dampingi merupakan anak yang cukup pemalu dan pendiam.. Hal itu menuntutnya untuk bersikap lebih sabar. Hal ini juga dipengaruhi oleh pola didik orangtuanya yang selalu menekankan kesabaran dalam menghadapi segala persoalan.

"Yang aku dampingi anaknya pemalu, jadi aku bingung dan agak grogi, aku juga jadi lebih bisa belajar sabar. Karena aku kan dari kecil udah di latih di sekolah. Suka di bulli, temen aku itu ada genk-genk. cuma bunda selalu kasih tau aku untuk sabar dan gak boleh bales. Kalau di bales nanti dosa", jelasnya.

Bercita-cita jd Komikus, tidak membuat dia lupa untuk selalu bersyukur dan berbagi kepada sesama. Bulan ramadhan tahun ini dia sengaja menyisihkan sebagian uang nya untuk di berikan kepada anak yatim.

" Aku liat di Youtube cara buat celengan, terus aku buat deh, celengan untuk anak yatim. Memang udah aku niatkan satu bulan ini sebagian uang saku yang di kasih bunda, aku celengin buat sedekah. pas banget ada BBYD jadi sekalian aja aku kasih, tapi kasihnya lewat bunda", tukasnya.

Anak yang baru naik kelas 5 SD ini begitu banyak menginspirasi pendamping-pendamping lain yg usianya jauh diatasnya. Untuk urusan belanjapun dia sudah bisa mengatur keuangan teman yatim yang ia damping

"Memang gak boleh beli diluar mall ya, disini mahal-mahal. Klo diluar bisa dapat banyak", celetuknya ketika tim SR ikut menemaninya.

Baginya pengalaman pertamanya ini membuat dia bahagia dan sangat senang karena banyak mendapat teman baru.

"Aku seneng banget ikut kegiatan ini, karena nambah temen baru walaupun cuma sehari, tahun depan kalau ada lagi aku mau ikut", ungkapnya sumringah.

  • Bagikan Artikel