Konten Berita

Perempuan Berdaya setelah Bencana

SRUpdate, SulTeng Bangkit, Sulawesi  Tengah (12/11) -  "Saya harus besarkan anak-anak saya. Bagaimanapun caranya saya tidak mau bergantung sama siapa-siapa. Saya harus mulai usaha.." Sukni, 18 tahun, Janda 2 anak, Suaminya menjadi korban Likuifaksi

Pasca bencana yang menimpa Palu Sigi Donggala, banyak kaum ibu dan perempuan yang kehilangan rumah, kehilangan anak, kehilangan suami, bahkan kehilangan akses ekonomi. Pada akhirnya,  mereka harus berjuang sebagai orangtua tunggal sekaligus tulang punggung bagi keluarga. 

"Saya tidak ingin dikasihani. Meskipun hanya berjualan pisang,  namun inilah cara dan ikhtiar saya untuk menghidupi 7 anak"  Bu Hardiana, 40 tahun,  Janda anak 7, Penjual pisang goreng, Suami meninggal 4 bulan lalu karena serangan jantung, Rumah hancur karena gempa"

Mengharap iba dan hanya menunggu bantuan tentu bukan solusi nyata, para perempuan tangguh korban bencana memiliki asa untuk kembali bangkit pasca bencana. 

Ada yang ingin memulai langkah sederhana dengan rintisan usaha, ada juga yang ingin mengembangkan usaha setelah sempat goyah karena bencana menimpa. 

Sekolah Relawan ingin hadir dan berperan untuk mendukung dan membersamai proses perjuangan kaum ibu yang menjadi korban bencana. Agar mereka bisa kembali berdaya dan mandiri. 

Melalui program Women Empowerment: Berdaya setelah Bencana Sekolah Relawan mengajak sahabat-sahabat sekalian untuk bersinergi mendukung perjuangan para ibu yang menjadi korban bencana.

  • Bagikan Artikel