Konten Berita

Relawan SDR  Ajak Warga Masak Bersama di Pengungsian

SRNews, Karang Asem (7/7)-  Selain melakukan pendataan di posko pengungsian, Tim Relawan SDR juga melakukan sosialisasi dapur umum yang disediakan oleh BNPB di posko pengungsian Desa Ban, Kabupaten Karang Asem. Tim melaporkan hingga tanggal 7 juli ini jumlah pengungsi di kantor Desa Ban berjumlah 488 jiwa. Sementara itu Gunung Agung kembali terpantau mengeluarkan asap pada Jum’at siang  6 juli pukul 12.50 WITA.

Selain melakukan sosialisasi dapur umum dan melakukan pendampingan warga di posko pengungsian, tim juga membagikan sejumlah logistik seperti beras, minyak dan biscuit. Dapur umum yang di sediakan oleh BNPB memungkinkan para pengungsi untuk dapat memasak secara mandiri. Namun, beberapa warga masih belum terbiasa memasak menggunakan peralatan masak yang disediakan BNPB, sehingga  para relawan pun diharapkan tetap mendampingi warga terutama dalam aktivitas masak bersama di dapur umum.

“Kita melakukan kegiatan memasak bersama-sama dengan warga di posko Desa Ban, namun kendalanya adalah warga masih  belum terbiasa memasak dengan jumlah banyak, mereka pun masih kesulitan untuk memasak dalam jumlah banyak. Pasokan logistic yang diberikan pun terbatas, sehingga harus ada pendampingan dalam pengaturan penggunaan bahan logistic” Ungkap Muhammad Ardiansyah, Relawan SDR yang ikut mendampingi warga pengungsi.


Aktivitas memasak bersama warga jadi moment yang menyenangkan, sejumlah warga antusais memasak bersama para relawan di dapur umum. Meskipun begitu, pasokan logistic yang terbatas membuat warga dan relawan harus mengatur dengan bijak pengelolaan logistic bersama tersebut.

"Seneng sekali bisa memasak bersama para relawan. Kami belum terbiasa memasak dalam jumlah banyak, alat-alat masaknya pun masih belum bisa kami gunakan, kami berharap ada yang mau menemani kami disini terutama juga membantu untuk memasak" Ungkap salah seorang warga.


Dalam kegiatan memasak bersama jumat siang kemarin, warga dan relawan hanya memasak menu sederhana berupa sayur tumis jabung dan telur bumbu goreng. Namun, dua menu sederhana itu berhasil menghadirkan kebahagiaan bagi para pengungsi.

“Kita Cuma masak tumis jabung sama telor aja, tapi semuanya merasa luar biasa bahagia. Alhamdulillah bisa makan dengan lahap” Tambah Muhammad Ardiansyah

Muhammad menambahkan bahwa beberapa logistic yang diberikan ada yang mendekati masa expired sehingga para relawan harus melakukan pensortiran bahan pangan sesuai masa expired. Selain memasak, para relawan pun turut memberikan edukasi pada anak-anak tentang pengenalan alat memasak darurat. Tak hanya itu, bermain bola voli pun menjadi salah satu kegiatan yang tak dilewatkan oleh para relawan dan anak-anak di pengungsian untuk mengusir kebosanan.


“Kita masih akan mendampingi warga di dapur umum terutama untuk proses memasak dan penggunaan alat dapur, mereka berharap kita bisa stand by disini sampai warga bisa mengerti dan mandiri cara penggunaan alat masak dari BNPB” Papar Muhammad

Tim melaporkan rencana gerak selanjutnya, selain akan tetap fokus memantau aktivitas gunung, tim pun akan tetap melakukan pendampingan bagi warga pengungsi. Selepas kegiatan dilakukan di posko Desa Ban, tim segera kembali dan berkoordinasi  ke posko induk Pasebaya untuk mendapatkan support kebutuhan bagi warga pengungsi.

Sementara itu beberapa list kebutuhan darurat yang saat ini dibutuhkan oleh warga diantaranya adalah:  regulator dan selang kompor gas, daun pandan untuk memasak bulog, terigu, gula dan bumbu dapur, lauk pauk, serta snack untuk anak-anak.


Kita juga dapat ikut bergerak dan berkontribusi membantu warga di pengungsian, tidak perlu terjun langsung ke lokasi bencana, ikut berdonasi dan menyebarkan ajakan baik untuk berdonasi pun merupakan langkah dari sebuah aksi kerelawanan. Ayo bersolidaritas membantu mereka bersama Sekolah Relawan!



  • Bagikan Artikel