Konten Berita

Update Terkini Kabar Gemba Lombok Utara

SRupdate, Kabar Gempa, Lombok Utara (8/9)- Gempa berkekuatan 6,2 SR kembali menggoncang Lombok Utara, gempa terjadi pada Kamis siang 9 Agustus pukul 13.25 WITA  gempa terasa hingga ke wilayah Bali. Hingga Kamis 9 Agustus 2018, tercatat sudah terjadi 362 kali gempa susulan.

Kondisi saat ini, Tim SDR Sekolah Relawan masih fokus melakukan proses evakuasi dan pendataan di pos penyintas yang terletak di Desa Santong dan Desa Sasait. Tim banyak mendapatkan laporan soal maraknya pos penyintas yang masih belum tersentuh bantuan  di beberapa titik  di Kabupaten Lombok Utara.

"Semua wilayah di Lombok Utara itu urgent. Semuanya butuh pertolongan dan bantuan, kami akan mengupayakan yang terbaik. Saat ini kami masih berfokus melakukan evakasi di Desa Santong. Doakan kami agar mampu menjangkau  wilayah lain" Ungkap Haryagung Abdurahman, Komandan Tim SDR di lapangan.

Sehari sebelumnya, Sekolah Relawan memberangkatkan 5 orang relawan dapur umum, terbatasnya logistik dan asupan makanan bergizi membuat keberadaan dapur umum merupakan salah satu hal penting yang harus tersedia guna menjamin kebuthan konsumsi para penyintas.

Dody salah satu relawan dapur umum Sekolah Relawan mengatakan bahwa pagi ini kegiatan memasak sudah dilaksanakan secara massif, sebanyak 100 porsi makanan bergizi seimbang disediakan untuk para korban luka yang mendapat perawatan

Selain keterbatasan makanan, sulitnya air bersih juga menjadi salah satu kendala yang dialami oleh para pengungsi, Bu Ratna salah satu penyintas  di pos penyintas Desa Santong, Kecamatan Kayangan berbagi pengalamannya selama berada di pengungsian,

"Kalau mau minum kadang harus beli air sendiri. Air bersihnya terbatas, harus mengantre dulu" Ungkap Bu Ratna saat diwawancarai relawan . Bu Ratna sendiri mengungsi bersama anak-anak dan suaminya (8/8/2018)

Tak hanya Bu Ratna, para penyintas yang berada di pos pengungsian Dompo Indah, Sambik Jengkel Kecamatan Kayangan malah harus mengambil air ke Desa Umbulsari yang berjarak 10 km dari pos pengungsian.

Tim Relawan SDR Sekolah Relawan  pun mulai mendata ulang pasokan donasi obat-obatan dan menyalurkan obat-obatan ke posko medis sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Evakuasi dan pendampingan korban pun tetap berjalan di pos pengungsian.

Sementara itu beberapa donasi yang berhasil terkumpul di Graha Sekolah Relawan sejak 6 Agustus lalu sebagian besar telah disalurkan, donasi berupa selimut, jaket, tenda, dan obat-obatan berhasil dikumpulkan dan sedang dalam proses penyaluran secara bertahap.
  • Bagikan Artikel