Konten Berita

Yuk Tebarkan 1000 PAPERLES Bersama Sekolah Relawan

SRUpdate, Depok (7/9)-  “Silahkan ibu tas sekolahnya sedang diskon! Sayangi anak anda, tumbuhkan semangat belajarnya dengan memberikan tas sekolah terbaik!”  Ungkap seorang sales  di sebuah pusat perbelanjaan yang dengan enerjiknya mengajak para ibu untuk mampir dan melihat ke dalam tokonya.

“Bersiap kembali ke sekolah? Perbaharui semangat belajar dengan membeli perlengkapan sekolah baru secara online! Back To School, Back To be Champion!” Salah satu iklan E-Commerce mempromosikan paket perlengkapan sekolah dalam menyambut tahun ajaran baru.

Berbondong-bondong para orangtua mengajak anak-anaknya berbelanja membeli kebutuhan sekolah mereka. Orangtua mana yang tidak mau memberikan dukungan dan semangat pada proses pendidikan anak-anaknya? Membelikan tas, seragam, sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya merupakan bentuk tanggung jawab dan kasih sayang orangtua pada anak-anaknya.

“Ibu aku mau tas yang ada gambar Frozennya…” Rengek salah satu gadis kecil menunjuk tas berwarna merah muda yang dipajang di rak pusat perbelanjaan.

“Ibu aku mau beli buku yang sampulnya ada gambar robotnya” Pinta seorang anak lelaki yang baru saja akan duduk di bangku SD

Pemandangan serupa diatas sudah lumrah kita temui menjelang tahun masuk ajaran baru sekolah, euphoria tak hanya dirasakan orangtua dan anak, tapi juga dirasakan para pedagang yang omzetnya bertambah.

Namun, dibalik bertebarannya diskon dan iklan perlengkapan sekolah, ternyata masih banyak orangtua yang sedang mengurut dada dan mengigit jari karena tak mampu membelikan anak-anaknya perlengkapan sekolah. Banyak pula anak-anak yatim dan dhuafa yang tak bisa merasakan bahagianya diberikan tas sekolah atau buku oleh orangtuanya.


Sebagian dari kita beruntung karena melewati masa sekolah dengan fasilitas pendidikan yang berkecukupan, namun sebagian lagi harus menjalani proses belajar yang serba adanya dan serba kekurangan. Fasilitas perlengkapan sekolah tentu akan sangat menunjang proses belajar, maka dari itu Sekolah Relawan ingin mengajak masyarakat untuk memberikan bantuan PAPERLES (Paket Perlengkapan Sekolah) bagi anak-anak yatim dan dhuafa.

Ibu Tutik adalah janda beranak empat, ia menginginkan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya, ikhtiarnya sebagai seorang guru bimbel dengan penghasilan seadanya adalah bukti bahwa ia memperuangkan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.  5 tahun sudah perempuan asal Sragen ditinggal suaminya karena penyakit kanker. Di bulan yang sama, anak keduanya juga meninggal karena sakit kelenjar getah bening.

Pada hari minggu 8 Juli 2018 lalu, tim Sekolah Relawan mendatangi Bu Tutik yang kini hanya tinggal dengan anak bungsunya yang baru saja masuk SD di daerah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.  Anak pertamanya sudah menikah sementara anak-anaknya yang lain tinggal bersama neneknya di Sragen.

Tim PAPERLES Sekolah Relawan memberikan bantuan pendidikan untuk anak bungsunya yang bernama Elsa. Elsa belum memiiki sepatu untuk sekolah, beberapa perlengkapan pendukungan sekolah lainnya pun belum dimikiki Elsa.

Hingga awal masuk sekolah pada tahun ajaran baru nanti, Sekolah Relawan ingin menebarkan 1000 paket PAPERLES Untuk anak-anak yatim dan dhuafa. Yuk ambil peran untuk berikan mereka dukungan untuk menumbuhkan semangat belajar!


  • Bagikan Artikel