Memenuhi Kebutuhan Pangan dengan Hidroponik di Rumah

Lengkapi Pangan dengan Tanaman Hidroponik di Rumah

Wabah covid-19 telah menyadarkan masyarakat bahwa kehadirannya akan berdampak pada hampir semua sektor di Indonesia. Masyarakat mulai berusaha mencari berbagai alternatif untuk bertahan hidup. Timbul inovasi-inovasi yang membuat masyarakat lebih aktif dan kreatif menghadapi virus corona yang tak kunjung reda. Salah satu sektor yang terdampak dari adanya wabah ini adalah sektor pertanian yang juga dapat mengakibatkan masalah pada ketersediaan pangan di Indonesia.

Dengan adanya fakta tersebut, membuat masyarakat mulai mencari cara bagaimana menyetok bahan pangan untuk kebutuhan pangan keluarga. Salah satu yang sedang marak dilakukan adalah menanam secara hidroponik di lahan sendiri. Hidroponik adalah sistem atau teknik budidaya tanaman yang meminimalisir penggunaan tanah. Pada prinsipnya, tanaman sebenarnya tidak membutuhkan tanah untuk tumbuh, namun hanya membutuhkan mineral dari tanah. Dalam hidroponik, kebutuhan akan mineral dan nutrisi diganti menggunakan media arang sekam.

Selain proses menanam dan perawatan yang lebih mudah, budidaya tanaman hidroponik dapat dibuat di lahan yang sempit. Kelebihan lainnya adalah tidak terdapat bahan kimia dalam proses pengembangannya, tidak perlu menggunakan pupuk yang banyak, tanaman tidak menunggu lama hingga bisa dipanen, serta hasil tanaman yang lebih berukuran besar.

Beberapa contoh jenis tanaman sayur dan buah yang biasanya ditanam menggunakan teknik hidroponik adalah tomat, bayam, sawi, wortel, paprika, selada, strawberry, blueberry, dll. Dengan berbagai kemudahan tersebut, tanaman hidroponik patut untuk diterapkan oleh setiap keluarga sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan di Indonesia.

Oleh karena itu, setiap individu atau kelompok dapat berkontribusi untuk mengantisipasi permasalahan pangan lokal yang lebih buruk di kemudian hari di tengah pandemi yang masih menghampiri.