OMPONG: KREATIF SAMPE MATI!!

OMPONG: KREATIF SAMPE MATI!!

sekolahrelawan.com (15/3)- Siapa bilang tinggal di pengungsian bikin daya cipta jadi mati berantakan? Tsunami boleh saja meluluhlantahkan pesisir kampung Bamba, tapi Tsunami tak sampai menyapu bersih semangat ompong untuk berkarya!

Ompong,begitu ia akrab disapa cucu-cucu dan tetangga sekitar di Kampung Bamba. Usia Ompong tak lagi muda, tapi pria bernama asli Kalman ini tetap menjaga gairah dan semangatnya untuk berkarya dan selalu menyala.


Pasca bencana Ompong menjadikan tenda dan hunian sementara sebagai bengkel karya. Dari mulai lampu lampion berbahan dasar gelas plastik air mineral, lukisan landscape pemandangan,hingga miniatur perahu nelayan berhasil lahir dari tangan kakek tangguh asal Mandar ini.

Ompong juga ikut berkontribusi dalam proses pengecatan dan pelukisan perahu-perahu nelayan. Bagi Ompong, usia tua bukanlah halangan untuk terus produktif dan kreatif.

Selain tetap onfire mencipta karya dari limbah dan sampah, Ompong juga pandai memainkan musik tradisional Karambangan. Semangatnya dalam berdedikasi juga dibuktikan dengan komitmennya untuk mengajar anak-anak mengaji di masjid darurat pengungsian!

Kerennya lagi, karya-karya Ompong itu memiliki nilai jual dan mampu membuat Ompong tetap mandiri dan tak berpangku tangan di masa tuanya. Melihat kobaran semangat Ompong, Sekolah Relawan mendukung Ompong untuk terus produktif berdaya cipta.


Melalui program Naik Pangkat pasca bencana, Sekolah Relawan memberikan Ompong Mesin sekap kayu dan mesin gurinda. Supaya Ompong bisa semakin produktif berkarya dan tetap berdaya di hari tuanya. Tak hanya memberdayakan diri sendiri, rupanya Ompong juga menggerakan anak-anak sekitar pengungsian untuk gotong-royong mencari sampah sebagai bahan dasar lampion! Keren nggak sih Ompooong?

Panjang umur Semangat baik!
Panjang umur kreatifitas!
Panjang umur Ompoooong!

Ompong akan abadi bersama setiap karya yang ia toreh untuk semesta.

Yuk dukung terus orang-orang seperti Ompong biar bisa tetap produktif dan berdaya lewat karya-karyanya!


Oleh: Adinda Ahlul