Onu Roy Wanimbo, Tenggelam di Bawah Pasir Selama Dua Jam.

Onu Roy Wanimbo, Tenggelam di Bawah Pasir Selama Dua Jam.

Banjir bandang yang turun dari pegunungan Cyloops tak hanya menghantam rumah-rumah. Roy, akrab saya memanggilnya adalah seorang pemuda yang tenggelam dalam timbunan pasir selama dua jam.


Foto ini adalah Kondisi Rumah Roy dan Keluarga Paska Banjir

Roy Berjuang Selamat Dari Banjir Bandang

Gemuru air datang pada pukul 21.00 WIT, Roy tinggal di Distrik Waibu Desa Doyobaru, persis di kaki pegunungan Cycloops.

Malam itu, derasnya debit air yang turun dari atas pegunungan, membuat warga tidak mempunyai banyak waktu untuk menyelamatkan diri.

Roy dan Adiknya, terjebak oleh aliran banjir yang terpecah menjadi lima cabang. Roy bingung mau membawa adiknya pergi kemana, karena saat itu gelap sekali. Hanya suara gemuru air yang sangat besar yang menuntunnya. Namun, karena Roy terpisah dengan keluarga, ia tidak bisa menemukan jalur evakuasi.

Tidak lama mereka bertahan, air yang semakin deras menghantam Roy dan adiknya. Menghanyutkan mereka sekitar 5 meter, berutungnya ada pohon besar yang telah tumbang di depannya, pohon itulah yang mendekap Roy dan adiknya dari derasnya banjir.

Roy dan Detik-Detik Akhir
Namun perjuangan Roy dan Adiknya tidak berhenti sampai disitu, lama kelamaan banjir bandang datang dan membawa material pasir, kayu raksasa dan batu besar.

Roy yang tersangkut di pohon tumbang, sudah berpasrah kepada Tuhan. Karena ia tahu, material pasir kini telah menutupi sebagian dari tubuhnya yang tidak lama lagi akan menenggelamkan mereka berdua.

Roy mendekap adiknya sambil memegang Alkitab, lalu mereka berdoa kepada Tuhan. Tak lama, Roy dan adiknya sudah tenggelam dalam timbunan pasir dan air.


Foto ini menunjukkan tempat dimana ia tertimbun banjir dan tersangkut di pohon besar itu.

Sebuah Pertolongan Tuhan
Beberapa jam kemudian banjir mulai mereda, banyak warga yang mencari sanak keluarganya. Termasuk paman Roy, yang melihat sebuah tangan dalam gundukan pasir di dekat rumahnya.

Teriakan-teriakan minta tolong paman Roy, disahut oleh beberapa warga yang juga sedang menyusuri rumahnya. Warga bergegas melakukan evakuasi untuk mengeluarkan korban dari dalam pasir. Tangis pecah dari Paman Roy, ternyata ia melihat Roy dan Adiknya kaku di dalam gundukan pasir.

Segera ia angkat kedua korban, namun Tuhan berkata lain. Saat hendak diangkat, ada tanda-tanda mereka masih bernapas. Ketika sudah keluar dari timbunan pasir, paman Roy segera membalikan posisi tubuh Roy dan Adiknya sehingga posisi kepala mereka ada di bawah dan kaki berada di atas.

Saksi Ngerinya Banjir Bandang Sentani Papua

Tak lama, beberapa gumpalan pasir dan air keluar dari mulut mereka. Diikuti dengan batuk berdarah, roy dan adiknya mulai bisa bernapas meski masih sulit.

Kuasa Tuhan, ternyata mereka masih hidup. Segeralah mereka berdua dibawa ke unit medis terdekat.

Roy merupakan saksi dari ganasnya Banjir Bandang Sentani, tidak hanya nyawanya yang hampir terbawa arus banjir namun setelah pulih, Roy dikabarkan gagal mengakhiri masa kuliahnya.