Salut! Pasca Tsunami Nelayan Palu Kembali Melaut!

Salut! Pasca Tsunami Nelayan Palu Kembali Melaut!

SRUpdate, Palu Bangkit (14/1)- "Saya melihat titik cerah dari wajah mereka, mata berkilau itu kembali  menampakan sinarnya. Saya ingat pertama kali saya bertemu mereka di pengungsian lalu saya juga ada bersama mereka saat pertama kali perahu kembali di sandarkan diatas permukaan laut, ini menggetarkan jiwa jelas ini jadi angin segar ini mereka yang kehilangan perahu dan rumahnya" Muhammad Musa menjadi saksi kebangkitan nelayan Palu pasca tsunami. Tapi, ia sadar bahwa tugas dan tanggung jawabnya untuk membersamai nelayan Palu masih belum usai. Ini justru adalah awal perjuangan yang baru. 

Kolaborasi kemanusiaan dan kerja gotong royong dalam kebaikan akan selalu mampu melahirkan kejutan demi kejutan yang menggetarkan hati dan pikiran serta menembus batas-batas kemungkinan! 

Masih lekat dalam ingatan, 3 bulan lalu Tsunami meluluhlantahkan pemukiman pesisir di Palu dan Donggala, ribuan nelayan tak hanya kehilangan rumah dan keluarganya, tapi juga kehilangan mata pencahariannya. Perahu mereka hancur tersapu tsunami, jiwa mereka dilanda trauma pasca bencana. 

Dalam keterpurukan rasa dan upaya merintis asa, Muhamad Musa, Relawan pendampingan masyarakat hadir untuk menemani dan membersamai mereka untuk kembali bangkit menyalakan asa di tengah duka dan luka. 

Jatuh dan bangun, tangis dan tawa, haru dan deru, semuanya melampaui warna-warni perjuangan untuk meraih kembali energi kehidupan di tengah ujian. Segala upaya dan sinergi aksi bersama di ikhtiarkan untuk bisa menggerakkan dan menghidupkan lagi semangat nyata untuk bangkit dan berdaya. 

Bersama berbagai elemen kebaikan, Sekolah Relawan tak pernah berhenti menjalin sinergi aksi untuk membersamai perjuangan para nelayan. Pembuatan perahu untuk nelayan Palu pun jadi upaya nyata yang dibangun bersama. 

Alhamdulillah! Setelah upaya melewati trauma, ikhtiar merawat semangat baik dan langkah-langkah positif yang dikawal dengan kolaborasi, akhirnya perahu demi perahu bisa terselesaikan. 

Senyum-senyum itu kembali hadir, bau air laut semakin dekat, aroma perjuangan kian menyengat! Nelayan Palu bisa kembali melaut! 

Sejarah mencatat, 3 Januari 2018, 27 perahu tahap pertama berhasil kembali ke laut. Membawa sejuta harapan dan doa positif, puluhan nelayan Palu kembali berlayar di samudra juang, memperjuangkan impian yang sempat terdampar, menjaring harapan yang sempat ditenggelamkan tsunami.

"Kita harus kembali ke laut..meski nyawa yang jadi taruhan. Seorang nelayan sejati tak akan meninggalkan laut karena rasa takut. Tuhan menitipkan hamparan rejeki dan anugrah tak terhitung didalam sana, semuanya dilakukan demi keluarga...demi anak dan istri.." Masdar, Nelayan Kampung Bamba.

"Terimakasih! Kami belum pernah merasakan yang seperti ini. Semua ini perjuangan kita bersama, tsunami telah ambil rumah dan perahu kami. Tapi kehadiran Sekolah Relawan dan Bapak Musa membantu kami untuk tetap berjuang dan kembali melaut" Oslan, Nelayan 

Tak hanya untuk nelayan, ini semua juga sangat berarti bagi kita semua, orang-orang baik yang tak pernah henti-hentinya membangun kolaborasi dan menghidupkan kerja-kerja Kemanusiaan, tak pernah putus asa menyalakan obor persaudaraan. 

Bagi Muhammad Musa, perjalanan membersamai para nelayan adalah amanah sekaligus Petualangan Kemanusiaan yang indah. 

"Di teluk Palu yang pesisirnya luluh lantah, semangat itu ada harapan itu menyala lagi. Saya selalu berharap ada keberlanjutan akan semua ini perjalanan panjang untuk kita selaku umat manusia tentunya harapan saya untuk nelayan Bamba kota Palu mudah mudahan mereka dapat menjaga kebersamaan mereka itu saja cukup bagi saya karena dengan kebersamaan itu saya percaya mereka akan menjadi kuat bisa saling menguatkan satu sama lain bisa saling mengisi kekurangan satu sama lain dan mudah mudahan mereka di hari esok mereka di jauhkan dari bencana dan limpahkan keberkahan yang tiada tara, amiin." Muhammad Musa